**Borneonews - Jakarta**, Sensus Ekonomi (SE) dianggap sangat krusial bagi pembangunan Jakarta di tengah perubahan status kota ini yang tidak lagi berfungsi sebagai Ibu Kota Negara (IKN). Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, Nurul Hasanudin, dalam sebuah forum diskusi kelompok (FGD) yang membahas strategi pengumpulan data untuk Sensus Ekonomi 2026 di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Menurut Nurul, untuk memajukan ekonomi Jakarta di masa depan, diperlukan data ekonomi yang valid dan tepat. "Pembangunan ekonomi Jakarta ke depan butuh ditopang data ekonomi yang akurat," ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak, termasuk para pengusaha yang diharapkan dapat memberikan informasi yang diperlukan kepada petugas sensus.
Nurul juga menegaskan bahwa kerahasiaan data individu akan dijaga secara ketat dan tidak akan dihubungkan langsung dengan pajak. Tujuan utama dari sensus ini adalah untuk menyajikan indikator ekonomi yang jelas dan akurat, sehingga ia meminta partisipasi aktif dari para pelaku bisnis dalam SE 2026.
Lebih lanjut, Nurul berbicara tentang harapan agar data yang diperoleh dari Sensus Ekonomi 2026 akan memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global. Saat ini, berdasarkan *The Global Cities Report* yang diterbitkan oleh AT Kearney pada tahun 2023, Jakarta menempati peringkat ke-74 dari 156 negara yang telah diteliti.
Dalam diskusi tersebut, ia juga menjelaskan bahwa uji coba Sensus Ekonomi 2026 tengah dilakukan di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Mengenai jumlah petugas sensus, Nurul mengungkapkan bahwa pada Sensus Ekonomi 2016 terdapat 23.000 petugas, namun angka untuk tahun 2026 belum dapat dipastikan. Ia optimis bahwa kolaborasi yang baik akan menghasilkan efisiensi dalam jumlah petugas yang diperlukan.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa dari BPS RI, Pudji Ismartini, menambahkan bahwa Sensus Ekonomi adalah amanat dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Aktivitas ini diadakan setiap sepuluh tahun sekali sejak tahun 1986.
Pudji menjelaskan bahwa tujuan dari Sensus Ekonomi 2026 adalah untuk memberikan informasi mengenai struktur ekonomi serta karakteristik berbagai usaha, termasuk sektor ekonomi digital dan ekonomi lingkungan. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar bagi perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan.
Tahapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 direncanakan meliputi berbagai tahap, mulai dari perencanaan hingga penyebaran hasil. "Prosesnya akan berlangsung selama lima tahun, dari 2024 hingga 2028," jelas Pudji. Ia juga menyampaikan bahwa BPS sangat menerima masukan dan saran demi kelancaran pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
ANTARA
Pentingnya Sensus Ekonomi 2026 bagi Pembangunan Jakarta Global
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







