PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Peserta Buyer dan Media Gathering turut menyaksikan secara langsung pelepasliaran dua individu Orangutan di Pulau Salat, Kabupaten Pulang Pisau, kemarin, 2 Oktober 2024.

Konservasi ini berada di bawah naungan PT Sawit Sumbermas Sarana atau PT SSMS Tbk bekerjasama dengan BOS Foundation.

Kegiatan ini menandai langkah penting dalam upaya berkelanjutan untuk mempromosikan produksi minyak kelapa sawit yang bertanggung jawab sekaligus melindungi spesies yang rentan seperti orangutan.

"Hari ini CBI Group bersama PT SSMS Tbk mengadakan Media dan Buyer Gathering dan saat ini kita mengajak teman-teman media dan buyer untuk mengunjungi salah satu area konservasi kita di Pulau Salat," kata Chief Sustainability Officer, PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio W.

Acara ini menjadi bukti nyata dedikasi berbagai pihak dalam melestarikan satwa liar dan menjaga keseimbangan ekosistem.

"Kita hanya mau menunjukkan kepada teman-teman media dan buyer bahwa kita memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap konservasi dan program-program yang berhubungan dengan lingkungan," terang Henky lagi.

Acara ini tidak hanya menunjukkan dedikasi untuk melestarikan satwa liar tetapi juga menyoroti dampak positif praktik minyak kelapa sawit berkelanjutan terhadap keanekaragaman hayati. Dengan adanya praktik yang bertanggung jawab, keanekaragaman hayati dapat terjaga dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.

"Gathering ini baru pertama kali kita ajak buyer, sebelumnya itu hanya Media Gathering. Tapi kali ini kita berusaha juga ajak media dan buyer gathering tujuannya supaya confidence buyer terhadap produk kita meningkat dan ada royality terhadap produk kita," katanya lagi.

Tanggapan buyer sendiri dari 11 yang diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut dianggap cukup antusias.

"Saya melihat cukup antusias dan cukup mengapresiasi dengan kerja kita selama ini, terutama berhubungan dengan konservasi dan program orangutan ini," katanya.

RSPO bangga mendukung inisiatif ini dan berkolaborasi dengan mitra industri yang sama-sama berkomitmen untuk melindungi lingkungan alam. Dukungan dari RSPO menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan keberlanjutan dan konservasi yang lebih luas.

Dengan merehabilitasi dan melepaskan orangutan kembali ke habitat alami mereka di Pulau Salat, acara ini menunjukkan hubungan penting antara keberlanjutan dalam industri minyak kelapa sawit dan konservasi satwa liar. Rehabilitasi ini memberikan kesempatan bagi orangutan untuk kembali hidup di alam bebas dan berkontribusi pada ekosistem.

Acara ini juga menjadi platform untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya praktik minyak kelapa sawit yang berkelanjutan. Melalui edukasi dan partisipasi aktif, diharapkan lebih banyak pihak yang terlibat dalam upaya konservasi dan keberlanjutan.

"Dengan demikian, Buyer dan Media Gathering ini tidak hanya menjadi langkah penting dalam upaya pelestarian orangutan, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana industri dan konservasi dapat berjalan beriringan untuk masa depan yang lebih baik," kata Henky lagi. (TESTI PRISCILLA/H)