PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, mengungkapkan optimisme yang tinggi terhadap potensi Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah perbatasan. Harisson menekankan bahwa peresmian tujuh PLBN oleh Presiden Joko Widodo, termasuk PLBN Jagoi Babang yang terletak di Kabupaten Bengkayang, merupakan langkah penting yang tidak hanya menguatkan aspek pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga membuka peluang signifikan bagi pengembangan ekonomi daerah. Menurut Harisson, PLBN Jagoi Babang memiliki posisi strategis dalam meningkatkan perekonomian Kalimantan Barat. Ia berharap keberadaan PLBN ini akan berkontribusi dalam meningkatkan volume ekspor komoditas unggulan dari Kalbar dan berfungsi sebagai pendorong ekonomi yang baru, terutama di kawasan perbatasan. Harisson menjelaskan bahwa dengan adanya PLBN, kawasan perbatasan dapat berfungsi sebagai pusat ekonomi baru, menjembatani produk lokal dengan pasar internasional, terutama ke negara tetangga seperti Malaysia. Diungkapkannya, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalbar harus memanfaatkan peluang yang ada untuk memperluas jangkauan produknya. “Dengan peluncuran PLBN yang baru diresmikan, kita tidak hanya memfasilitasi pergerakan warga yang melintas, melainkan juga membuka berbagai peluang besar di sektor perdagangan. Saya berharap UMKM kita dapat memperluas pasarnya hingga ke Malaysia, sehingga pertumbuhan ekonomi lokal semakin pesat," ujar Harisson. Selain itu, Harisson menyoroti perlunya memanfaatkan PLBN sebagai pusat aktivitas ekonomi yang dapat menarik wisatawan asing dan mendorong perputaran ekonomi di wilayah perbatasan. Ia menginginkan agar kawasan PLBN bisa menjadi destinasi belanja bagi masyarakat Malaysia, yang selama ini lebih cenderung berbelanja ke kota-kota seperti Jakarta dan Bandung. “Dengan adanya PLBN, saya berharap warga Malaysia akan berbelanja langsung di pasar-pasar yang ada, sehingga dapat mendukung perkembangan UMKM kita,” tambahnya. Kehadiran PLBN Jagoi Babang dinilai sebagai pemicu bagi pertumbuhan sentra-sentra ekonomi baru di wilayah perbatasan. Fasilitas infrastruktur modern yang tersedia di PLBN ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pelaku usaha lokal untuk membuka peluang bisnis, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi penduduk setempat. "Saya yakin dengan fasilitas modern ini, PLBN dapat menjadi pusat ekonomi yang penting, yang pada gilirannya akan mendorong perkembangan UMKM dan menghasilkan peluang usaha baru di daerah perbatasan," tunjuk Harisson. PLBN Jagoi Babang menguasai area seluas 143.200 meter persegi dan memiliki desain yang mengadopsi motif budaya Dayak Bidayuh. Desain ini tidak hanya menonjolkan kekayaan budaya lokal, tetapi juga menguatkan identitas daerah di kancah internasional. Pembangunan PLBN ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang diatur dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2019 mengenai Percepatan Pembangunan 11 PLBN Terpadu di kawasan perbatasan. Harisson menyatakan bahwa PLBN tersebut lebih dari sekadar gerbang perlintasan, melainkan menjadi simbol kemajuan pembangunan di Kalimantan Barat, khususnya di area perbatasan yang sebelumnya kurang mendapat perhatian. Ia melihat ini sebagai komitmen nyata dari pemerintah pusat untuk mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terdalam Indonesia. “Kawasan perbatasan sering diabaikan, namun dengan hadirnya PLBN Jagoi Babang, kita bisa melihat komitmen dari pemerintah pusat dalam memastikan pembangunan yang adil, tidak hanya di kota-kota besar, tetapi juga di wilayah-wilayah terdepan di Indonesia,” tutur Harisson. Dia juga optimis bahwa PLBN akan meningkatkan pergerakan barang ekspor dan impor di Kalimantan Barat, di mana hasil pertanian dan kerajinan lokal akan memiliki akses yang lebih mudah ke pasar internasional. Di sisi lain, barang-barang kebutuhan pokok dari luar negeri juga akan lebih efisien masuk ke kawasan ini, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan. Dengan investasi infrastruktur yang signifikan mencapai Rp224 miliar, Harisson berharap PLBN dapat memberikan dampak yang nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan. Keberadaan PLBN juga dianggap krusial dalam menjaga keamanan dan stabilitas daerah tersebut. "PLBN ini tidak hanya berfokus pada ekonomi, tetapi juga menyangkut kedaulatan negara. Melalui fasilitas ini, kita dapat memastikan bahwa wilayah perbatasan kita aman dan terlindungi, serta memberikan keuntungan ekonomis yang besar bagi masyarakat di sekitar," pungkas Harisson. ANTARA