PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada tahun 2022, sebanyak 362.000 hektar hutan dan kawasan yang dinilai perlu untuk konservasi telah dilindungi secara global melalui standar, sistem, dan prosedur Roundtable on Sustainable Palm Oil atau RSPO.

Kawasan ini setara dengan hampir enam kali luas DKI Jakarta, menunjukkan komitmen global terhadap pelestarian lingkungan.

Indonesia menjadi negara dengan proporsi kawasan konservasi terbesar, mencapai 150.000 hektar atau 40 persen dari total kawasan konservasi RSPO. Hal ini menegaskan peran penting Indonesia dalam upaya global untuk melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan.

Chief Sustainability Officer PT Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio W menyatakan bahwa konservasi keanekaragaman hayati adalah prioritas utama perusahaan.

"Kami berkomitmen untuk melestarikan dan melindungi kawasan hutan yang penting bagi ekosistem global," ujarnya dalam keterangan resminya pada Kamis, 3 Oktober 2024.

Sebagai bukti, kemarin pihaknya mengajak peserta Buyer dan Media Gathering untuk turut menyaksikan secara langsung pelepasliaran dua individu Orangutan di Pulau Salat, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Konservasi ini berada di bawah naungan PT Sawit Sumbermas Sarana atau PT SSMS Tbk bekerjasama dengan BOS Foundation.

Kegiatan ini menandai langkah penting dalam upaya berkelanjutan untuk mempromosikan produksi minyak kelapa sawit yang bertanggung jawab sekaligus melindungi spesies yang rentan seperti orangutan.

"CBI Group bersama PT SSMS Tbk mengadakan Media dan Buyer Gathering dan saat ini kita mengajak teman-teman media dan buyer untuk mengunjungi salah satu area konservasi kita di Pulau Salat," jelas Henky.

Acara ini menjadi bukti nyata dedikasi berbagai pihak dalam melestarikan satwa liar dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Secara keseluruhan, kawasan seluas 362.657 hektar, atau 15 kali luas Kuala Lumpur, telah dilestarikan dan dilindungi melalui sertifikasi RSPO. Kawasan ini dikelola oleh perkebunan dan pabrik bersertifikat yang tersebar di 17 negara di seluruh dunia.

Indonesia, dengan 150.256 hektar kawasan konservasi, memimpin dalam upaya ini, diikuti oleh Gabon dengan 74.109 hektar, Brasil dengan 63.224 hektar, dan Malaysia dengan 22.296 hektar. Ini menunjukkan bahwa upaya konservasi tidak hanya terbatas pada satu wilayah, tetapi merupakan tanggung jawab global.

Henky Satrio W menambahkan bahwa SSMS akan terus mendukung dan mempromosikan praktik-praktik berkelanjutan dalam industri kelapa sawit.

"Melalui sertifikasi RSPO, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keanekaragaman hayati dan keberlanjutan lingkungan," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)