BORNEONEWS, Kasongan - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Katingan dalam waktu dekat bakal mengajukan rencana anggaran biaya (RAB) untuk penyelenggaraan Pilkada tahun 2018 sebesar Rp31 miliar.
Hal ini disampaikan Ketua KPU Katingan, Sapta Tjita kepada Borneonews di ruang kerjanya, Kamis (18/8/2016).
"Untuk persiapan pemilihan kepala daerah yaitu memilih bupati Katingan yang akan dilaksanakan awal 2018. Sejauh ini kita telah menysun rencana anggaran biaya untuk penyelenggaraan pemilihan itu," sebut Sapta Tjita.
Dalam RAB itu, sebut Sapta, dana atau biaya yang bakal diajukan ke pemerintah daerah ini mencapai kurang lebih Rp31 miliar.
"Dalam penyusunan itu kita juga telah berkonsultasi dengan Pak Sekda. Namun penyampaikan secara resmi kepada pemda dalam hal ini kepada bupati direncanakan akhir bulan ini," katanya.
Sapta mengaku jika tahapan pilkada Kabupaten Katingan ini bakal dimulai pertengahan 2017.
Dari jumlah anggaran yang bakal diajukan ke pemda sebesar Rp31 miliar ini, Sapta menyebut selain untuk membiayai honor penyelenggara (panitia ad-hok), juga akan digunakan untuk biaya sosialisasi.
Selanjutnya untuk pengadaan logistik, distribusi logistik, alat peraga kampanye, perjalanan dinas, fasilitasi pemeriksaan calon hingga proses ferifikasi dukungan jika ada bakal calon melalui jalur independen atau perseorangan.
Namun demikian, lanjut Sapta Tjita di dalam RAP yang telah disusun pihak KPU ini, jika dana sebesar itu di luar dari biaya pengamanan oleh Polri dan pengawasan oleh panwas kabupaten.
"Untuk saat ini kegiatan anggota KPU Katingan yaitu selain rutin abdet data pemilih juga melakukan penyusunan rancangan anggaran biaya pilkada 2018. Dan sejauh ini kita selalu koordinasi dengan pihak Disdukcapil terkait abdet data pemilih ini," imbuh Sapta Tjita.
Sementara itu diprediksi Pilkada Katingan awal tahun 2018 nanti diperkirakan bakal seru. Pasalnya, informasinya Bupati Ahmad Yantenglie dan wakilnya Sakariyas digadang-gadang akan bersaing maju pada Pilbub mendatang. (ABDUL GOFUR/m)








