JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas kontribusi mereka dalam mempromosikan perdamaian dunia dan kebebasan bagi rakyat Palestina. Penghargaan "Mujahid Perdamaian" diberikan kepada Kalla, sementara "Mujahidah Diplomasi" diterima oleh Marsudi. Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Ketua MUI, M. Anwar Iskandar, pada sebuah acara yang berlangsung pada hari Kamis. Istilah *mujahid* serta bentuk femininnya *mujahidah* dalam bahasa Arab berarti “seseorang yang berjuang untuk Islam”. Iskandar menjelaskan bahwa kedua penerima penghargaan ini telah berkontribusi berdasarkan prinsip kemanusiaan dan amanat konstitusi kita yang menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan hak bagi setiap bangsa. Sudarnoto Abdul Hakim, selaku Ketua MUI Bidang Hubungan Internasional dan Kerjasama, menambahkan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas usaha yang telah dilakukan oleh Marsudi dan Kalla dalam menciptakan perdamaian serta kebebasan. Dia menekankan bahwa kedua tokoh tersebut tidak hanya memimpin negosiasi, tetapi juga berupaya membangun pemahaman antara berbagai perspektif. Mereka telah menunjukkan komitmen yang tulus untuk mencapai perdamaian global. “Dua sosok ini mencerminkan kepemimpinan yang berlandaskan pada perdamaian, dialog, dan ketulusan,” ungkap Sudarnoto. Di sisi lain, Kalla menekankan pentingnya tindakan kolektif dalam menyelesaikan konflik global. Dia juga menjelaskan bahwa konflik di Palestina, akibat agresi Israel, telah meluas ke negara-negara lain di Timur Tengah, seperti Lebanon. “Kami berharap konflik ini segera terselesaikan demi perdamaian dunia,” ujarnya. Retno Marsudi menyatakan bahwa Indonesia akan selalu mengambil peran dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Ini termasuk mendorong lebih banyak negara untuk mengakui Palestina, sebagaimana yang telah dilakukannya pada sesi Sidang Umum PBB yang baru lalu. Marsudi menambahkan bahwa pengakuan terhadap Palestina akan memungkinkan negara tersebut untuk menjadi anggota setara dalam komunitas global dan memperkuat semangat rakyat Palestina dalam perjuangan mereka untuk meraih kemerdekaan. “Indonesia memilih untuk terus memperjuangkan kemanusiaan dan membela apa yang benar,” tegasnya. ANTARA