BANDUNG –
**Borneonews - Cianjur**, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, saat ini mengarahkan perhatian mereka untuk menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. Salah satu metode yang diterapkan adalah dengan memberikan makanan tambahan kepada masyarakat di berbagai kecamatan. Kepala P2KBP3A Cianjur, Amad Mutawali, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Cianjur telah berkomitmen untuk menangani isu stunting dengan serius dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyatakan, langkah tersebut diambil untuk memastikan bahwa angka stunting terus menurun, sebagaimana yang telah mereka lakukan di Kecamatan Cipanas. Menurutnya, saat ini angka stunting di Cianjur telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Tercatat, angka stunting di wilayah tersebut berada pada posisi 11,4 persen, menurun dari angka sebelumnya yang mencapai 13,33 persen. Dalam upaya menekan angka stunting lebih lanjut, P2KBP3A Cianjur telah meluncurkan sejumlah inovasi. Salah satu program yang diperkenalkan adalah *Gebrak Roasting* atau Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting. Dalam program ini, setiap camat dan pejabat di lingkungan pemerintah daerah diberikan peran sebagai orang tua angkat. Sebagai contoh, di Kecamatan Cipanas, para aparat setempat telah menjalankan program *Gebrak Roasting* dengan membentuk forum orang tua asuh. Forum ini secara aktif melaksanakan berbagai program untuk menangani permasalahan stunting. Melalui forum tersebut, makanan tambahan diberikan kepada 246 keluarga yang mengalami stunting di Kecamatan Cipanas. Kegiatan ini didanai dengan mengumpulkan sumbangan dari berbagai kalangan masyarakat, menunjukkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam program penanganan stunting. Ayi Sapari, selaku Ketua Forum Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) di Kecamatan Cipanas, menekankan bahwa penanganan stunting adalah tanggung jawab bersama. Ia menjelaskan bahwa semua pihak, termasuk pengusaha, tokoh agama, dan tokoh pemuda, memiliki peran penting dalam mengatasi masalah ini. Sebagai pihak ketiga dalam program penanganan stunting di Cipanas, forum ini berupaya mendekati pengusaha di berbagai sektor. Hasilnya, banyak pengusaha yang menunjukkan kepedulian mereka dengan memberikan bantuan makanan tambahan kepada 246 penerima manfaat. Ayi menegaskan bahwa program ini akan terus dilanjutkan hingga angka stunting mencapai posisi nol di Kecamatan Cipanas. ANTARA