JAKARTA –
**Borneonews - Seoul**, Presiden Yoon Suk Yeol dari Korea Selatan dan Perdana Menteri Jepang yang baru, Shigeru Ishiba, sedang mempersiapkan untuk mengadakan pertemuan tatap muka perdana mereka. Pertemuan ini direncanakan berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang akan dilaksanakan di Laos pekan depan. Informasi ini disampaikan oleh kantor kepresidanan Yoon pada hari Kamis. Rencana kunjungan Yoon ke Laos dijadwalkan berlangsung dari Rabu hingga Jumat, antara tanggal 9 hingga 11 Oktober 2024. Dalam kunjungan ini, Yoon juga akan melaksanakan agenda di dua negara Asia Tenggara lainnya, yaitu Filipina dan Singapura. Menurut seorang pejabat senior di kepresidenan, Korea Selatan dan Jepang telah melakukan konsultasi seputar pertemuan bilateral yang akan dilaksanakan bersamaan dengan kunjungan Perdana Menteri Jepang ke Laos. Rencana pertemuan ini muncul di tengah harapan akan kemampuan Yoon dan Ishiba untuk mempertahankan momentum kerja sama antara kedua negara. Mereka dihadapkan pada tantangan yang serius, termasuk ancaman dari Korea Utara yang terus berkembang. Pada Rabu lalu, Yoon dan Ishiba telah melakukan percakapan melalui telepon pertama kalinya. Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin menyetujui pentingnya kerja sama bilateral antara Korea Selatan dan Jepang, serta kerjasama trilateral dengan Amerika Serikat dalam mengatasi ancaman dari Korea Utara. Kedua pemimpin sepakat untuk melanjutkan *diplomasi ulang-alik* secara berkala dan berkomitmen untuk segera bertemu dalam rangka mendiskusikan hubungan bilateral serta isu-isu penting lainnya yang dihadapi bersama. Hubungan antara Korea Selatan dan Jepang mengalami perkembangan positif setelah Yoon memutuskan untuk menuntaskan permasalahan yang telah berlangsung lama seputar mobilisasi paksa warga Korea oleh Jepang selama masa perang. Keputusan Yoon untuk memberikan kompensasi kepada para korban tanpa meminta kontribusi dari perusahaan Jepang telah menjadi langkah signifikan dalam memperbaiki hubungan kedua negara. Sejak saat itu, Yoon dan mantan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, berusaha untuk memulihkan *diplomasi ulang-alik* yang sebelumnya terhenti. Mereka telah saling mengunjungi sesuai kebutuhan dan berhasil mengadakan 12 pertemuan puncak dalam dua tahun terakhir. ANTARA