**Borneonews - Kota Bengkulu**, Pemerintah Kota Bengkulu menetapkan sebuah target ambisius untuk bebas dari penyakit rabies pada tahun 2030. Penyakit ini berpotensi menyerang manusia sebagai akibat dari gigitan hewan peliharaan, seperti anjing, kucing, dan hewan lainnya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bengkulu, Henny Kusuma Dewi, mengungkapkan bahwa rabies merupakan permasalahan serius, terutama bagi daerah yang memiliki populasi hewan peliharaan tinggi. Dalam upaya mengatasi isu ini, pihak Pemkot Bengkulu terus melakukan program vaksinasi rutin terhadap hewan peliharaan. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari penyebaran penyakit rabies yang mengancam kesehatan.
Henny mengajak semua pemilik hewan peliharaan untuk berperan aktif dalam memberikan vaksin kepada hewan mereka. Ia menegaskan pentingnya tindakan pencegahan ini demi mencegah meluasnya penyebaran rabies, yang tidak hanya membahayakan hewan tetapi juga dapat berujung pada risiko kematian bagi manusia.
Menatap target bebas rabies pada tahun 2030, Pemkot Bengkulu menghimbau seluruh masyarakat agar bersinergi dalam suksesnya program ini dengan cara menjaga kesehatan hewan peliharaan mereka masing-masing. Ia berharap, dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, Kota Bengkulu dapat dijadikan contoh untuk daerah-daerah lain di Sumatera dalam menanggulangi rabies serta melindungi kesehatan masyarakat.
Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia, DKPP Kota Bengkulu juga menyelenggarakan vaksinasi gratis bagi ratusan hewan peliharaan, termasuk kucing dan anjing. Sebagai bagian dari inisiatif ini, Pemkot Bengkulu menyediakan sebanyak 750 ribu dosis vaksin gratis untuk masyarakat yang memiliki hewan peliharaan. Penyediaan vaksin tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Bengkulu tahun 2024.
ANTARA
Pemkot Bengkulu Targetkan Bebas Rabies pada 2030 Melalui Vaksinasi
Bagikan:

BENGKULU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Komentar (0)
Memuat komentar…







