BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Sungailiat**, Seluruh pemerintah desa di Kabupaten Bangka, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dianjurkan untuk mulai menggunakan aplikasi *Sistem Pengelolaan Aset Desa* atau *Sipades* versi 3 yang direncanakan untuk diterapkan pada tahun 2024. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih transparan dan akuntabel. Penjabat Bupati Bangka, M Haris, menekankan pentingnya sistem aplikasi ini saat memberikan sambutan di hadapan peserta bimbingan teknis mengenai penggunaan aplikasi *Sipades* di Sungailiat. Menurutnya, aplikasi ini akan sangat membantu pemerintah desa dalam hal penataan dan pengelolaan dana desa, serta mempermudah proses pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan. Setelah mendapatkan pelatihan mengenai penggunaan sistem digital ini, M Haris berharap agar setiap perangkat desa segera menerapkan aplikasi tersebut untuk mengefisiensikan operasional masing-masing pemerintahan desa. Aplikasi *Sipades* versi 3 dilengkapi dengan berbagai fitur yang memungkinkan pemerintah desa mengelola aset dengan cara yang lebih terstruktur. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan aset desa yang ada. M Haris menyoroti bahwa dengan penerapan aplikasi ini di seluruh pemerintahan desa, akan tercipta layanan yang lebih profesional dan sesuai dengan harapan. Ia juga mengingatkan bahwa masih ada aset desa, seperti pasar, drainase, jembatan, serta kegiatan fisik lainnya yang dibiayai oleh APBN, yang sampai saat ini belum terdata dengan baik. "Layanan digital *Sipades* memberikan kemudahan bagi perangkat desa dalam melakukan intervensi tanpa keraguan, terutama dalam pengelolaan dana desa," ujarnya dengan tegas. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka, Dalyan Amrie, berpendapat bahwa di era digitalisasi modern seperti sekarang ini, penerapan aplikasi *Sipades* merupakan suatu keharusan dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan di tingkat desa. Ketersediaan teknologi ini diharapkan dapat mendorong para perangkat desa untuk bekerja lebih efisien dan transparan. ANTARA