**Borneonews - Kota Bengkulu**, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mengumumkan bahwa pencapaian vaksinasi *polio* untuk anak berusia 0 hingga 7 tahun pada tahap kedua telah mencapai 100 persen. Hal ini merupakan berita positif bagi masyarakat setempat, menggambarkan komitmen yang kuat dalam upaya pencegahan penyakit.
Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, menegaskan bahwa realisasi vaksinasi berdasarkan data yang diperoleh di lapangan menunjukkan bahwa ada sekitar 29 ribu anak yang divaksin. Angka ini berdasarkan informasi dari seluruh Puskesmas yang ada di Kota Bengkulu. Joni menjelaskan bahwa angka target yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebesar 56 ribu anak, dianggap terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan data yang ada.
"Data di lapangan menunjukkan realisasi vaksinasi pada tahap pertama mencapai 110 persen, sedangkan pada tahap kedua ini 100 persen, yang berarti kami melampaui target setelah dilakukan evaluasi," kata Joni. Kendati demikian, jika dibandingkan dengan target yang diusulkan oleh Kementerian Kesehatan, capaian vaksinasi polio pada tahap pertama dan kedua masing-masing hanya 52 persen dan 48 persen dari total yang ditetapkan.
Joni juga menyoroti bahwa target sasaran untuk Kota Bengkulu cenderung berlebihan. Dia berpendapat bahwa data yang sebenarnya mengenai jumlah balita di daerah ini adalah sebesar 29 ribu anak, bukan 56 ribu sebagaimana diprediksi.
Saat ini, Dinkes Kota Bengkulu beserta Puskesmas terus melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan bahwa pencapaian vaksinasi *polio* sesuai dengan kondisi di lapangan. Evaluasi ini penting agar data yang ada dapat diyakini akurat dan mencerminkan lapangan.
Dalam hal ketersediaan vaksin polio, Joni memastikan bahwa stok vaksin masih mencukupi. Jika terdapat kekosongan, pihaknya akan segera mengusulkan penambahan vaksin. "Vaksin polio masih tersedia, dan kami terus melakukan vaksinasi pada anak-anak yang ada di Kota Bengkulu," jelasnya.
Lebih lanjut, Joni menginformasikan bahwa hingga saat ini belumnya ada kasus anak yang terinfeksi virus *polio* di Kota Bengkulu. Hal ini memberikan harapan bahwa upaya vaksinasi yang dilakukan pemerintah setempat terbilang efektif. Selain itu, Pemerintah Kota Bengkulu bertekad untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan sosialisasi agar wabah penyakit *polio* tidak menginfeksi anak-anak di wilayah tersebut.
ANTARA
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Shin Tae-yong Bersimpati Terhadap Pelatih Super League yang Dipecat
PSMS Medan Bungkam PSIS Semarang 2-1
Komisi III DPR Minta Kapolri Terus Gas Pol Perangi Narkoba
Manchester United Tak Berdaya, Dihajar Bournemouth 0-3 di Old Trafford
Komentar (0)
Memuat komentar…







