SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Kadin Jawa Timur (Jatim) bersama dengan Kedutaan Besar Guatemala untuk Indonesia telah mengambil langkah penting dalam membuka peluang kerja sama di bidang perdagangan dan investasi di wilayah setempat. Duta Besar Guatemala untuk Indonesia, Maynor Jacobo Cuyun Salguero, menyampaikan bahwa kunjungannya ke Kadin Jatim bertujuan untuk mencari dan mengeksplorasi berbagai peluang dalam meningkatkan aktivitas perdagangan antara Jatim dan Guatemala. Ia menjelaskan, “Kami memiliki hubungan yang sangat baik, namun kami ingin memperkuatnya agar dapat menciptakan lebih banyak peluang," tuturnya dengan harapan yang tinggi di Surabaya, Jawa Timur. Lebih lanjut, Maynor menjelaskan keinginannya untuk memperkenalkan lebih banyak produk Guatemala di pasar Indonesia, serta sebaliknya, agar produk-produk dari Indonesia juga dapat masuk ke pasar Guatemala. Ia mengidentifikasi bahwa beberapa produk Guatemala, seperti tekstil, kosmetik, barang manufaktur, serta produk dari sektor pertanian dan perkebunan seperti kakao, gula, kopi, pisang, dan makanan olahan, memiliki potensi besar untuk dipasarkan di Indonesia. Di sisi lain, terdapat juga produk-produk Indonesia yang dibutuhkan di Guatemala, seperti tekstil, suku cadang motor, berbagai produk pertanian, serta minyak. "Kedua belah pihak memiliki sejumlah produk yang dapat dikerjasamakan dalam konteks ekspor dan impor," ujarnya, menunjukkan bahwa ada sinergi yang dapat dibangun antara kedua negara. Selain fokus pada pengembangan kerja sama perdagangan, Duta Besar Maynor juga menuturkan bahwa pihaknya berupaya untuk menarik investor dari Jatim untuk menanamkan modalnya di Guatemala. Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, mengungkapkan antusiasmenya mengenai peluang kerja sama ini, terutama karena Guatemala telah menjadi salah satu partner dagang strategis bagi Indonesia dengan neraca perdagangan yang tetap surplus. Menariknya, Adik juga berharap adanya kolaborasi terkait budidaya pisang, mengingat Guatemala dikenal dengan keahliannya dalam bidang tersebut. Ia mengatakan, "Kami membutuhkan teknologi yang tepat terkait cara membudidayakan pisang, sehingga produksi dan kualitas pisang yang dihasilkan sangat baik. Kami berharap teknologi yang ada di Guatemala dapat dibawa ke Indonesia," ujarnya, menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas produk pertanian di daerahnya. ANTARA