SURABAYA –
**Borneonews - Jember**, Calon Bupati Jember, M. Fawait, yang terdaftar dengan nomor urut 2, menyatakan komitmennya untuk menurunkan retribusi pasar jika terpilih dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jember tahun 2024. Dalam pernyataannya saat berkunjung ke Pasar Tanjung Jember pada hari Kamis, Fawait mengungkapkan keprihatinan atas lonjakan retribusi pasar yang mencapai 200 persen. Ia bertekad akan mengembalikan tarif retribusi ke kondisi semula. "Retribusi pasar yang ada saat ini terlalu tinggi. Kami akan menurunkan kembali ke tingkat sebelumnya," ucapnya. Fawait menyatakan bahwa ia sering mendengar keluhan dari para pedagang terkait kondisi pasar yang dikeluhkan banyak pihak. Ia merasa prihatin melihat berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para pedagang, namun berharap pemerintah daerah lebih peka dan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap isu-isu ini. "Pemerintah seharusnya ada di tengah-tengah masyarakat, termasuk di pasar. Kami perlu melihat langsung permasalahan yang dihadapi oleh pedagang," tambahnya. Jika terpilih, ia berencana untuk menata ulang Pasar Tanjung dengan lebih baik. Bersama calon wakil bupati Jember, Djoko Susanto, Fawait berjanji akan memprioritaskan isu-isu yang menyangkut kebersihan dan pengelolaan pasar. "Pasar Tanjung adalah salah satu ikon ekonomi Jember, sehingga penting agar pengelolaannya lebih baik ke depan. Pemerintah daerah harus memiliki perhatian penuh terhadap hal tersebut," jelasnya. Selama kunjungan itu, Fawait melihat langsung keadaan Pasar Tanjung yang diliputi berbagai masalah. Ia disambut hangat oleh para pedagang yang antusias, bahkan beberapa di antaranya membacakan *selawat* Nabi Muhammad SAW sebagai tanda penghormatan. Dalam kesempatan itu, beberapa pedagang juga berbagi keluhan mereka mengenai retribusi yang tinggi dan pengelolaan yang kurang efektif. Salah satu pedagang, Halimah, mengungkapkan harapannya agar perubahan dapat terjadi setelah Fawait menjabat sebagai bupati. "Kami ingin retribusi yang dikenakan kepada kami diturunkan, karena saat ini biaya pajak terlalu tinggi dan terus meningkat," keluhnya. Selain itu, para pedagang juga mengangkat isu manajemen pasar yang dinilai kurang optimal dan tidak berjalan dengan semestinya. Mereka berharap langkah-langkah perbaikan akan diambil untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang dan kondisi pasar secara keseluruhan. ANTARA