BATAM –
**Borneonews - Natuna**, Pemerintah Kabupaten Natuna, yang terletak di Kepulauan Riau, baru-baru ini mengadakan acara orientasi bagi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK) angkatan III. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam upaya memperkuat institusi pemerintahan setempat. Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khaidir, menjelaskan bahwa acara yang berlangsung di salah satu penginapan di Kecamatan Bunguran Timur ini memiliki tujuan yang jelas. Di antaranya adalah untuk membentuk aparatur sipil negara (ASN) yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki integritas yang tinggi. "Kami berharap semua peserta yang hadir dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan penuh perhatian," ungkap Khaidir. Pada kesempatan ini, ia juga menekankan pentingnya ASN untuk menjunjung tinggi kode etik kerja, termasuk menjaga netralitas selama periode pemilihan umum kepala daerah (pilkada). Ia menambahkan bahwa pelanggaran terhadap prinsip netralitas oleh ASN akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini diharapkan dapat menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintahan. Di sisi lain, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Natuna, Muhammad Alim Sanjaya, menyampaikan bahwa kegiatan orientasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai dasar tugas dan fungsi ASN, serta etika yang harus dipegang teguh dalam menjalankan tugas di instansi pemerintah. “Orientasi ini merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh pemkab, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU Nomor 15 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kompetensi ASN,” tambahnya. Dilaporkan, ada 211 peserta yang mengikuti kegiatan orientasi ini, yang dilaksanakan dalam empat gelombang dari tanggal 3 hingga 16 Oktober. Sebanyak 208 peserta berasal dari PPPK yang diangkat pada tahun 2024, sementara tiga peserta lainnya merupakan pegawai yang diangkat pada tahun 2023. Muhammad Alim Sanjaya berharap bahwa kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses dan peserta dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk diterapkan dalam tugas dan tanggung jawab mereka sebagai ASN ke depannya. “Gelombang pertama diikuti oleh 53 peserta, dan orientasi ini akan berlangsung selama tiga hari untuk setiap gelombang,” pungkasnya. ANTARA