**Borneonews - Jakarta**, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Bursa Efek Indonesia mengalami penutupan yang melemah dalam transaksi yang berlangsung pada hari Kamis sore. Hal ini terjadi di tengah perhatian pelaku pasar yang semakin tertuju pada ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
IHSG mengalami penurunan sebesar 19,42 poin atau setara dengan 0,26 persen, sehingga ditutup pada level 7.543,83. Sementara itu, indeks yang mengelompokkan 45 saham unggulan, yang dikenal sebagai LQ45, juga mengalami penurunan sebanyak 1,31 poin atau 0,14 persen, dan berada pada angka 937,38.
Sebagaimana dijelaskan oleh Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia, penurunan kinerja indeks saham ini sangat dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran. Konflik yang terjadi di wilayah tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi terjadinya konflik yang lebih besar di Timur Tengah. Dalam konteks pasar obligasi, imbal hasil (*yield*) untuk surat utang Pemerintah Amerika Serikat dengan tenor 10 tahun naik 4 basis poin menjadi 3,78 persen.
Di aspek makroekonomi, para investor tengah menganalisis hasil rilis data *ADP Employment Report*, yang menunjukkan bahwa sektor swasta di Amerika Serikat berhasil menambah 143.000 pekerja pada bulan September. Angka ini merupakan yang tertinggi selama tiga bulan terakhir, mendahului penambahan 103.000 pekerja pada bulan Agustus dan jauh mengungguli ekspektasi pasar yang memprediksi penambahan sebanyak 120.000 pekerja.
Sebelumnya, laporan tentang bawah tanah kerja, yaitu *Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS)*, menunjukkan bahwa jumlah lowongan kerja secara tidak terduga meningkat sebanyak 329.000, mencapai angka 8,04 juta pada bulan Agustus, dari 7,71 juta pada bulan Juli. Hitungan ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan prediksi yang ada di pasar, yang hanya memperkirakan 7,65 juta.
Dari kedua laporan tersebut, terlihat bahwa kondisi pasar tenaga kerja di Amerika Serikat masih dalam keadaan yang positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada urgensi bagi bank sentral AS, Federal Reserve, untuk melakukan pemangkasan suku bunga secara besar-besaran.
Di bursa berjangka, para pelaku pasar meramalkan adanya penurunan suku bunga sebanyak 33 basis poin pada pertemuan kebijakan Federal Reserve yang akan berlangsung bulan November mendatang. Angka ini menurun dari prediksi sebelumnya yang berada di tingkat 44 basis poin.
Dari sisi pasar komoditas, harga kontrak berjangka minyak mentah terus menunjukkan peningkatan, mencatatkan kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Harga untuk kontrak berjangka minyak jenis Brent dan WTI masing-masing meningkat 0,46 persen dan 0,39 persen.
Di kawasan Asia, investor sedang menunggu rilis data *Services PMI* dari Australia dan Jepang, yang juga akan diiringi dengan rilis data *PMI* dari Singapura serta data mengenai neraca perdagangan Australia.
Pada awal perdagangan, IHSG menunjukkan penguatan dan bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama. Namun, pada sesi kedua, IHSG berbalik arah dan berakhir di zona merah hingga sesi perdagangan ditutup.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat lima sektor yang mengalami penguatan, dengan sektor properti memimpin di angka 0,61 persen, diikuti sektor barang konsumen non-primer dan sektor keuangan yang masing-masing naik 0,59 persen dan 0,29 persen.
Sementara itu, enam sektor lainnya mengalami penurunan, di mana sektor teknologi mencatatkan penurunan paling dalam dengan minus 0,109 persen. Ini diikuti oleh sektor barang baku dan sektor transportasi & logistik yang masing-masing turun 0,67 persen dan 0,16 persen.
Di antara saham-saham yang menunjukkan penguatan terbesar adalah KRAS, LABA, HOMI, PNBN, dan RAJA. Sebaliknya, saham-saham yang mencatatkan pelemahan terbesar mencakup HEXA, BRMS, IBOS, SAPX, dan DOID.
Transaksi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.264.269 kali, dengan total volume saham yang diperdagangkan mencapai 20,69 miliar lembar, yang bernilai sekitar Rp12,14 triliun. Tercatat 284 saham mengalami kenaikan, 298 saham turun, dan 216 saham tidak mengalami perubahan nilai.
Di sisi lain, bursa saham regional Asia menunjukkan variasi pergerakan. Indeks Nikkei mengalami kenaikan sebesar 743,30 poin atau 1,97 persen, sehingga mencapai 38.552,10. Sementara itu, indeks Hang Seng melemah sebesar 330,22 poin atau 1,47 persen, menyentuh angka 22.113,50. Indeks Strait Times juga mencatat penurunan, yaitu sebesar 7,23 poin atau 0,20 persen, sehingga berakhir di angka 3.577,42.
Sementara itu, indeks Shanghai di China tidak melakukan transaksi karena sedang memperingati hari libur nasional.
ANTARA
IHSG Melemah akibat Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
2 Gol Injury Time Bawa Inter Milan Comeback 2-1 atas Fiorentina
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
Komentar (0)
Memuat komentar…






