JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wasir, yang juga dikenal dengan istilah hemoroid atau ambeien, merupakan kondisi medis yang ditandai dengan pembengkakan pembuluh darah di area anus. Dr. Retno Putri Arini, seorang dokter bedah umum yang bernaung di Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI), mengungkapkan bahwa kondisi ini terdiri dari dua jenis pembengkakan, yaitu hemoroid internal dan eksternal. Hemoroid internal tidak terlihat dari luar anus, sedangkan hemoroid eksternal dapat terlihat dan sering kali menimbulkan rasa nyeri. Menurut Dr. Retno, hanya hemoroid internal yang memiliki derajat keparahan, sementara hemoroid eksternal tidak memiliki pengkategorian derajat. Pengelompokan hemoroid berdasarkan ukuran dan tingkat keparahan memungkinkan identifikasi yang lebih mudah. Hemoroid dapat dibagi menjadi empat derajat: 1. **Wasir derajat satu**: Pembengkakan kecil yang berada di dalam dinding anus dan tidak terlihat keluar. 2. **Wasir derajat dua**: Pembengkakan yang lebih besar ini muncul saat buang air besar (BAB) dan biasanya kembali ke dalam setelah itu. 3. **Wasir derajat tiga**: Pembengkakan besar keluar dari anus dan tidak dapat kembali dengan sendirinya, meskipun masih dapat didorong kembali dengan jari. 4. **Wasir derajat empat**: Pembengkakan yang sangat besar menggantung dari anus dan tidak dapat didorong untuk masuk kembali. Gejala umum dari hemoroid mencakup adanya tetesan darah saat BAB, meskipun tidak disertai rasa sakit. Namun, jika kondisi semakin parah, akan muncul benjolan yang terbentuk di area anus selama proses buang air besar, yang dapat mengempis setelahnya. Gejala lain yang mungkin dirasakan adalah sensasi tidak nyaman, panas, perih, dan gatal di area anus. Pembengkakan serta peradangan pada pembuluh darah yang terjadi pada hemoroid biasanya timbul akibat tekanan berlebihan di area anus. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hemoroid meliputi sembelit, kehamilan, dan obesitas. Dalam pengobatan hemoroid, terdapat dua metode utama yang bisa diterapkan: menggunakan obat-obatan dan menjalani tindakan medis. Dr. Retno menganjurkan, jika seseorang mengalami gejala yang telah disebutkan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Pengobatan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan serta kondisi kesehatan pasien. Kedua metode pengobatan ini, yaitu perawatan mandiri di rumah dan obat-obatan baik yang tersedia bebas di apotek maupun melalui resep dokter, dapat digunakan untuk menangani hemoroid. Jika kedua pendekatan ini tidak berhasil, tindakan medis mungkin diperlukan. Tindakan medis dapat meliputi prosedur *pila*, yang efektif untuk hemoroid internal, di mana pembengkakan disedot dan pangkalnya diikat, terutama pada derajat satu dan dua. Prosedur lain adalah penggunaan laser, yang berfungsi untuk mengempiskan benjolan dengan membuat luka kecil untuk pengenalan alat laser tanpa mengakibatkan luka besar. Selain itu, tindakan pengobatan menggunakan *radiofrekuensi* juga bisa dilakukan untuk membuang benjolan, dan ini disarankan bagi hemoroid internal yang berukuran besar. Metode *radiofrekuensi* ini lebih teratur pada hasilnya dan mengurangi risiko perdarahan. Masa pemulihan pasien pun lebih cepat dibandingkan dengan prosedur konvensional. Untuk mencegah kekambuhan hemoroid, disarankan untuk melakukan beberapa hal, seperti cukup minum air, mengonsumsi makanan tinggi serat dari buah dan sayuran, serta melakukan olahraga secara teratur. Dr. Retno menyarankan agar seseorang mengonsumsi air putih sekitar 2 liter sehari dan banyak mengonsumsi serat, terutama dari buah-buahan seperti pepaya, melon, dan semangka. ANTARA