PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Head of Smallholder RSPO, Guntur Cahyo Prabowo, mengatakan bahwa di RSPO minyak sawit berkelanjutan menjadi kekuatan untuk kebaikan.

"Di RSPO kami percaya bahwa produksi minyak sawit berkelanjutan dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan, tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga bagi ekosistem," kata Guntur dalam rilisnya pada Kamis, 3 Oktober 2024.

Seperti diketahui bahwa komitmen PT Sawit Sumbermas Sarana atau PT SSMS Tbk terhadap konservasi satwa liar dibuktikan dengan kerjasama SSMS dan BOSF melepasliarkan dua individu orangutan di Pulau Badak Besar, Gugusan Pulau Salat, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah pada Rabu, 2 Oktober 2024.

"Pra-pelepasliaran orangutan di Pulau Salat merupakan pengingat yang kuat bahwa dengan pendekatan yang tepat, kita dapat melindungi spesies yang terancam punah sekaligus mempromosikan praktik minyak sawit yang bertanggung jawab," katanya.

Pra-pelepasliaran Orangutan di Pulau Salat menandai langkah penting dalam upaya berkelanjutan untuk mempromosikan produksi minyak kelapa sawit yang bertanggung jawab sekaligus melindungi spesies yang rentan seperti orangutan.

Hal ini tidak hanya menunjukkan dedikasi untuk melestarikan satwa liar tetapi juga menyoroti dampak positif praktik minyak kelapa sawit berkelanjutan terhadap keanekaragaman hayati.

"RSPO bangga mendukung inisiatif ini dan berkolaborasi dengan mitra industri yang sama-sama berkomitmen untuk melindungi lingkungan alam," katanya lagi.

Dengan merehabilitasi dan melepaskan orangutan kembali ke habitat alami mereka di Pulau Salat, lanjutnya, kegiatan ini menunjukkan hubungan penting antara keberlanjutan dalam industri minyak kelapa sawit dan konservasi satwa liar. (TESTI PRISCILLA/H)