**Borneonews - Magelang**, Kelompok Kerja Bale Wartawan Jakarta Pusat (BWJP) baru-baru ini melaksanakan pelatihan jurnalistik yang berlangsung di Pondok Pesantren Pabelan, yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi sangat spesial, mengingat ini adalah kali pertama pelatihan sejenis diadakan di pesantren tersebut sejak didirikan.
KH Ahmad Nadjib Amin Hamam selaku pimpinan Pondok Pesantren Pabelan, menyatakan rasa syukurnya terhadap kegiatan ini. Ia mengungkapkan pentingnya pelatihan jurnalistik ini bagi para santri, alumni, serta tim media di pesantren, dan menyatakan bahwa momen ini sangat langka serta berharga.
Dalam pelatihan yang diisi oleh sejumlah jurnalis berpengalaman dari berbagai media yang tergabung dalam Pokja BWJP, peserta dibekali dengan berbagai pengetahuan terkait dasar-dasar jurnalistik. Kegiatan ini diakhiri dengan latihan menulis serta lomba, yang dinilai langsung oleh jurnalis-jurnalis senior dari BWJP.
Menurut KH Ahmad Nadjib Amin Hamam, para peserta seharusnya merasa beruntung, karena kesempatan seperti ini tidak datang setiap saat. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran untuk membaca dan menulis, terlebih di tengah kemajuan teknologi yang mendorong generasi muda untuk lebih malas dalam beraktivitas literasi.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh BWJP ini mendapat dukungan penuh dari Pondok Pesantren Pabelan, terutama karena sejalan dengan visi dan misi pesantren yang mengedepankan lima aspek penting dalam membaca: Al Quran, buku, diri, situasi, dan pengalaman. Pimpinan pesantren berharap, pelatihan ini bukan menjadi acara satu kali, tetapi akan ada program-program lanjutan untuk membantu pengembangan kompetensi peserta.
Ketua Panitia BWJP, Christian Dior Silitonga, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk memberikan pelatihan jurnalistik, tetapi juga untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap informasi yang beredar, khususnya berita-berita bohong yang sering kali muncul di media sosial.
Ia menambahkan bahwa penting bagi peserta untuk mampu menangkal *hoaks* yang marak beredar, terutama di platform media sosial. Dalam era di mana informasi tidak selalu akurat dan sering kali diputar ulang seolah-olah baru, Christian menyarankan agar para santri lebih bijak dalam mengecek kebenaran informasi. Mereka disarankan mengonfirmasi fakta melalui media arus utama atau dengan bertanya kepada sanak saudara yang berada di lokasi kejadian.
Dengan pelatihan ini, diharapkan para santri dapat menjadi lebih kritis dan peka terhadap informasi yang mereka konsumsi, serta mampu berkontribusi dalam menyebarkan informasi yang benar.
ANTARA
Pelatihan Jurnalistik BWJP Dihatikan di Pondok Pesantren Pabelan Magelang
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







