BENGKULU –
**Borneonews - Kota Bengkulu**, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu kini meningkatkan pengawasan di area bandara dan puskesmas. Langkah ini diambil dalam rangka mencegah penularan penyakit *monkeypox* di daerah tersebut. Kepala Dinkes Kota Bengkulu, Joni Haryadi Thabrani, menjelaskan bahwa selain pengawasan, pihaknya juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai risiko penularan *monkeypox*. Dia menekankan pentingnya edukasi sebagai upaya pencegahan. "Kami berupaya untuk meningkatkan pengawasan di bandara dan puskesmas. Selain itu, kami memberikan informasi mengenai langkah-langkah pencegahan yang harus diambil," ungkap Joni. Meskipun hingga saat ini tidak ada laporan warga Kota Bengkulu yang terinfeksi *monkeypox*, pengawasan ketat di pintu masuk kota, seperti bandara, diharapkan dapat menjauhkan virus dari daerah ini. Joni juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan secara teratur dan menghindari kontak dekat dengan orang yang menunjukkan gejala *monkeypox*. Hal ini diharapkan dapat membantu dalam menekan potensi penularan penyakit tersebut. "Dinkes berkomitmen untuk terus memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan, sehingga warga dapat melindungi diri mereka dan orang-orang di sekitar mereka dari risiko penularan *monkeypox*," jelasnya. Sementara itu, Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) di Kota Bengkulu telah menyiapkan 22 ruangan isolasi sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan penyebaran virus *monkeypox* di wilayah tersebut. Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSHD, dr. Meidi Fazirin, menjelaskan bahwa ruangan-ruangan tersebut sebelumnya digunakan sebagai isolasi untuk pasien COVID-19. Dia mencatat bahwa karakteristik penularan *monkeypox* melalui udara memiliki kesamaan dengan penularan COVID-19. "Walaupun saat ini di sini belum ditemukan kasus cacar monyet, kewaspadaan tetap diperlukan melalui kesiapsiagaan ruangan isolasi," pungkasnya. ANTARA