**Borneonews - Jakarta**, Calon gubernur DKI Jakarta untuk pemilihan mendatang, Pramono Anung, mengemukakan rencana untuk membangun hunian di kantor pemerintah, termasuk bangunan di pasar. Pramono menekankan bahwa inovasi dalam pengembangan hunian tidak hanya terbatas pada pasar, melainkan juga melibatkan gedung-gedung pemerintahan seperti kantor kecamatan, kelurahan, serta fasilitas kesehatan seperti puskesmas, tanpa menghilangkan fungsi utama dari bangunan tersebut.
Pramono mengusulkan agar struktural bangunan dapat dimaksimalkan. Dia menyarankan agar lantai satu, dua, dan tiga digunakan untuk fungsi pemerintahan, sementara lantai empat hingga enam diubah menjadi *creative hub* untuk anak-anak muda. Dengan cara ini, mereka akan memiliki ruang untuk berinovasi, berkreasi, dan bekerja, di mana hunian dapat ditempatkan di lantai atas gedung tersebut.
Melihat kondisi saat ini, Pramono berpendapat bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu memperkenalkan lebih banyak inovasi untuk memenuhi kebutuhan perumahan warga. Batasi ruang kosong yang ada di Jakarta menyebabkan harga tanah semakin melonjak, yang pada akhirnya menyulitkan masyarakat dalam mendapatkan hunian yang terjangkau.
Berkaitan dengan hal ini, perlu dipertimbangkan tambahan lantai pada bangunan pemerintah yang dialihfungsikan sebagai hunian. Selanjutnya, Pramono juga menyoroti pentingnya melanjutkan kajian mengenai program rumah dengan uang muka atau *down payment* (DP) senilai Rp0. Program ini sebelumnya dijalankan oleh mantan Gubernur Anies Baswedan selama masa jabatannya dari 2017 hingga 2022.
Pramono mengungkapkan bahwa diriny bersama Rano Karno serta tim pemenangan tengah meneliti berbagai program pemenuhan kebutuhan hunian yang telah ada, baik yang diperkenalkan oleh Anies maupun oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ia menekankan pentingnya mengkaji kembali mekanisme pemenuhan perumahan ini agar dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
Dia juga mengakui bahwa pelaksanaan program pemilikan rumah dengan DP Rp0 merupakan sebuah tantangan yang kompleks. Hal ini disebabkan tidak semua warga dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan kredit perumahan dari bank. Menyimak pengalaman masa jabatan Anies, target unit rumah dengan DP Rp0 yang bertujuan untuk membantu warga dinilai tidak sepenuhnya berhasil. Banyak pengajuan kredit tersebut yang ditolak akibat masalah verifikasi oleh pihak bank.
Pramono menjelaskan pentingnya kehadiran perbankan dalam program ini, dengan suku bunga yang rendah agar tidak memberatkan masyarakat. Menurutnya, jika suku bunga yang diterapkan oleh perbankan terlalu tinggi, maka akan menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan perumahan mereka.
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menetapkan tiga pasangan calon yang akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang berlangsung pada 22 September mendatang. Ketiga pasangan tersebut adalah Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) sebagai nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dari jalur independen nomor urut 2, serta Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel) yang menempati nomor urut 3.
ANTARA
Pramono Anung Siapkan Inovasi Hunian di Kantor Pemerintah
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Komentar (0)
Memuat komentar…







