BORNEONEWS, Palangka Raya - PadaSeptember 2024, Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi tahunan atau year-on-year sebesar 2,21 persen dalam kelompok pendidikan.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan indeks harga konsumen untuk kelompok ini meningkat dari 104,10 pada September 2023 menjadi 106,40 pada September 2024.
"Subkelompok pendidikan lainnya mengalami inflasi tahunan tertinggi, yaitu sebesar 5,11 persen," kata Agnes pada Kamis, 3 Oktober 2024.
Sementara itu, subkelompok pendidikan dasar dan anak usia dini mencatat inflasi terendah sebesar 0,68 persen.
Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa kelompok pendidikan secara keseluruhan memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,08 persen pada bulan September 2024.
"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi tahunan dalam kelompok pendidikan antara lain sekolah menengah pertama, akademi/perguruan tinggi, dan bimbingan belajar, masing-masing sebesar 0,02 persen. Selain itu, taman kanak-kanak dan sekolah menengah atas juga memberikan andil sebesar 0,01 persen," jelas Agnes.
Namun, pada bulan September 2024, katanya, kelompok pendidikan tidak memberikan andil yang signifikan terhadap inflasi bulanan atau month-to-month. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan tahunan, perubahan harga dalam kelompok pendidikan relatif stabil dari bulan ke bulan.
Agnes Widiastuti menambahkan bahwa inflasi dalam kelompok pendidikan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk biaya operasional lembaga pendidikan dan peningkatan permintaan terhadap layanan pendidikan.
--page
"Kami terus memantau perkembangan ini untuk memastikan bahwa inflasi tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat," ujarnya.
Secara keseluruhan, inflasi di Kalimantan Tengah pada bulan September 2024 menunjukkan tren peningkatan di berbagai sektor, termasuk pendidikan. BPS Kalimantan Tengah akan terus melakukan pemantauan dan analisis untuk memberikan informasi yang akurat dan relevan kepada masyarakat.(TESTI PRISCILLA/R)









