PALU –
**Borneonews - Palu**, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mengajak asosiasi Real Estate Indonesia (REI) untuk bekerja sama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan di wilayah tersebut. Upaya ini diharapkan dapat mendukung prinsip-prinsip pelestarian lingkungan dalam setiap proyek pembangunan yang dilakukan. Asisten bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Sulawesi Tengah, Fahrudin D Yambas, menyampaikan pentingnya pengembangan perumahan yang tidak hanya fokus pada aspek konstruksi rumah semata. Ia menekankan bahwa perhatian juga diperlukan untuk akses penunjang, termasuk penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) yang cukup. Hal ini sejalan dengan gerakan untuk mengendalikan emisi karbon di udara. Fahrudin menjelaskan bahwa salah satu bentuk dukungan dari pemerintah daerah dalam pengembangan kawasan perumahan adalah melalui pengaturan perizinan. Oleh karena itu, REI sebagai mitra strategis pemerintah daerah harus memastikan bahwa semua anggota mematuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemerintah. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pentingnya pembangunan berkelanjutan serta kolaborasi yang erat antara pemerintah dan pelaku industri sangat diperlukan untuk menciptakan solusi inovatif dalam pembangunan perumahan dan sektor properti lainnya. Kolaborasi ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Selain itu, pengembang atau developer diminta untuk memperhatikan kualitas struktur bangunan yang mereka buat. Mengingat Sulawesi Tengah merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana, penerapan sistem anti-gempa menjadi sebuah keharusan. Selain itu, penting pula untuk memperkaya kawasan dengan ruang hijau yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat berteduh, tetapi juga memberikan manfaat ekologi jangka panjang untuk berbagai makhluk hidup. Di dalam kesempatan yang sama, Fahrudin juga memberikan apresiasi terhadap tema yang diangkat dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 DPD REI Sulteng, yaitu 'Membangun sinergi dan inovasi menuju Indonesia Emas'. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi daerah, serta membantu mencapai visi Indonesia Emas 2045 yang telah ditetapkan. ANTARA