**Borneonews - Kupang**, Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Nusa Tenggara Timur mengungkapkan bahwa Program *Land4lives* yang merupakan kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTT dengan ICRAF berperan penting dalam mendukung pelaksanaan ekonomi yang ramah lingkungan.
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida NTT, Yohanes Paut, menegaskan pentingnya mengembangkan perekonomian tanpa mengesampingkan aspek lingkungan. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Ekspose *Land4Lives*, atau yang dikenal dengan sebutan #LahanuntukKehidupan, yang bertujuan untuk mempromosikan pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan iklim bagi komunitas lokal.
Lebih lanjut, Yohanes Paut menyebutkan bahwa program *Land4lives* telah berjalan selama tiga tahun dan dijadwalkan berlanjut hingga 2026. Ia berpendapat bahwa inisiatif ini dapat diterapkan di berbagai wilayah lain di NTT, mengingat dampak perubahan iklim tidak hanya terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang merupakan wilayah binaan ICRAF, tetapi juga hampir di seluruh wilayah NTT lainnya.
ICRAF sebelumnya telah melaksanakan kegiatan *Sustainable Landscapes for Climate Resilient Livelihoods in Indonesia* pada pertengahan tahun 2023. Kegiatan ini memfokuskan pada perencanaan pertumbuhan ekonomi hijau yang berkelanjutan dalam menghadapi tantangan iklim, ketahanan pangan, dan respons terhadap isu gender.
Kegiatan tersebut memang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman semua pihak mengenai pentingnya menyusun Rencana Pertumbuhan Ekonomi Hijau (Green Growth Plan/GGP) yang berdampak positif bagi pembangunan daerah.
Yohanes Paut juga menegaskan bahwa pelaksanaan Program *Land4lives* diyakini akan terus berlangsung di lokasi-lokasi yang menjadi binaan ICRAF, meskipun terjadi pergantian dalam kepemimpinan daerah. Dia menekankan bahwa rencana tersebut telah disusun melalui rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang bersifat teknokratik. RPJMD ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi calon pemimpin daerah dalam menyusun visi dan misi mereka.
Dengan demikian, Yohanes Paut mengharapkan bahwa kepala daerah yang baru akan mentaati perjanjian yang sudah ditandatangani; hal ini juga mencakup indeks ekonomi hijau yang berperan sebagai indikator penurunan prevalensi ketidakcukupan pangan di daerah tersebut.
Dia juga menambahkan bahwa inisiatif yang diberikan oleh ICRAF merupakan langkah awal yang bisa diterapkan di lokasi-lokasi lain yang ada di daerah masing-masing. Dengan demikian, semoga kontribusi ini dapat memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
ANTARA
Program Land4lives Dukung Ekonomi Hijau di NTT Secara Berkelanjutan
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemenpar Harap Sepak Bola Sebagai Sport Tourism Promosikan Pariwisata
DPKP Tingkatkan Pemantauan Kesehatan Hewan di Tengah Ancaman Kabut Asap
Pelajar SMA Palangka Raya Raih Medali Emas Kompetisi Riset Internasional
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Komentar (0)
Memuat komentar…







