JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Mahkamah Agung, M. Syarifuddin, memberikan pesan penting kepada enam ketua pengadilan tinggi (PT) yang baru dilantik. Dalam acara pelantikan yang berlangsung pada hari Kamis, beliau menekankan pentingnya mengoptimalkan amanah yang diterima dan berkomitmen untuk mengabdi kepada negara. Syarifuddin menyampaikan, "Penting untuk meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab ini dalam diri kita. Kita harus mengoptimalkan setiap amanah yang diemban, menjadikannya sebagai sarana pengabdian kepada nusa dan bangsa." Pernyataan ini disampaikannya di Gedung Mahkamah Agung di Jakarta, sesuai dengan rilis resmi yang diterima. Dalam acara tersebut, Syarifuddin melantik para ketua pengadilan tinggi berdasarkan Keputusan Ketua Mahkamah Agung dengan nomor: 200/KMA/SK.KP4.1.3/IX/2024, yang tertanggal 18 September 2024. Pelantikan ini mencakup sejumlah posisi penting yang berkaitan dengan promosi dan mutasi jabatan hakim di lingkungan peradilan umum. Para hakim yang dilantik dalam acara tersebut adalah Charis Mardiyanto yang menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Surabaya, Mochamad Hatta sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Semarang, dan Sudjatmiko yang kini menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar. Selain itu, Diah Sulastri Dewi akan memimpin Pengadilan Tinggi Palangkaraya, Ifa Sudewi sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo, dan Lilik Mulyadi sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Bengkulu. Sebelum diangkat ke posisi baru, masing-masing hakim sudah memiliki pengalaman yang cukup. Charis Mardiyanto sebelumnya menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Semarang, sedangkan Mochamad Hatta pernah memimpin Pengadilan Tinggi Denpasar. Sudjatmiko juga merupakan mantan Ketua Pengadilan Tinggi Palangkaraya. Diah Sulastri Dewi sebelumnya berperan sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Bandung, sementara Ifa Sudewi merupakan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Yogyakarta. Lilik Mulyadi sebelum ini menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Utara. Dalam momen penting tersebut, keenam hakim berkomitmen untuk melaksanakan tugas mereka sebagai ketua pengadilan tinggi sebaik mungkin dan dengan integritas yang tinggi. Mereka sepakat untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku serta menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap nusa dan bangsa. Mengakhiri acara, Syarifuddin juga mengingatkan untuk memanfaatkan teknologi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat yang mencari keadilan. Ia berharap bahwa jika masih terdapat pengadilan yang mengandalkan pengiriman bukti fisik (*hard file*) ke MA, hal itu diharapkan akan berkurang. MA kini telah menerapkan sistem pengajuan berkas kasasi dan pengajuan kembali secara *online*, sehingga memudahkan proses administrasi. Dengan demikian, pelantikan ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga merupakan awal bagi para hakim untuk mengemban tugas yang berat dengan penuh tanggung jawab demi keadilan dan kemajuan peradilan di Indonesia. ANTARA