**Borneonews - Batang, Jawa Tengah**, Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengungkapkan harapannya agar perusahaan global Orbia dapat memperluas investasi mereka di Indonesia. Menurutnya, investasi yang dilakukan tidak hanya terbatas pada anak usaha yang memproduksi pipa, yaitu Wavin, tetapi juga ke sektor-sektor lain di dalam bisnis Orbia.
Dalam peresmian pabrik PT Wavin Manufacturing Indonesia yang diadakan di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang pada hari Kamis, Rosan menjelaskan bahwa pemerintah memiliki rencana untuk menjadikan KIT Batang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (*Special Economic Zone*, SEZ). Langkah ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak insentif bagi para investor yang ingin berpartisipasi.
Mudah-mudahan Anda akan berinvestasi lebih banyak di Indonesia. Tidak hanya di PVC, karena Orbia memiliki berbagai lini bisnis, ungkapnya.
Pabrik Wavin di KIT Batang ini memiliki nilai investasi sekitar Rp825 miliar. Dalam operasionalnya, pabrik ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 170 orang. Hal ini terjadi berkat adopsi teknologi yang canggih dalam proses produksinya.
Rosan menambahkan bahwa produk pipa dari Wavin tidak hanya ditujukan untuk pasar domestik, tetapi juga untuk diekspor ke negara-negara di kawasan ASEAN, Selandia Baru, dan Australia. Ini adalah investasi yang sangat baik bagi kita karena mereka dapat menembus pasar di kawasan ASEAN, Australia, dan Selandia Baru. Investasi semacam ini sangat kami harapkan di masa mendatang, jelasnya.
Lebih jauh, Rosan berharap bahwa anak perusahaan lain di bawah Orbia juga akan berinvestasi di Indonesia, mengingat potensi investasi yang sangat besar di tanah air. Orbia sendiri adalah perusahaan multinasional yang memiliki beragam lini bisnis, termasuk di sektor pertanian, bahan kimia, serta komunikasi data.
Dia juga menjelaskan bahwa potensi investasi di Indonesia sangat menjanjikan, dengan proyeksi bahwa jumlah populasi kelas menengah akan terus meningkat, diperkirakan mencapai 80 persen dari total populasi nasional yang sekitar 340 juta penduduk pada tahun 2045.
Beberapa lembaga ekonomi, konsultan, dan bank global memprediksi bahwa Indonesia berpotensi menjadi ekonomi terbesar keenam atau ketujuh di dunia di masa mendatang. Saat ini, Indonesia sudah menempati posisi ke-16 dalam daftar negara-negara G20. Stabilitas ekonomi dan politik yang terjaga di Indonesia juga menjadi salah satu faktor yang menciptakan iklim perekonomian dan investasi yang lebih baik dan menguntungkan ke depan.
Dengan melakukan investasi di Indonesia, Anda akan mendapatkan manfaat tidak hanya dari segi finansial, tetapi juga kesempatan untuk bersinergi dengan banyak pihak yang berbeda di Indonesia, tutup Rosan.
ANTARA
Rosan Roeslani Dorong Orbia Perluas Investasi di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Komentar (0)
Memuat komentar…







