PALANGKARAYA –
**Borneonews - Palangka Raya**, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, mengimbau kepada para siswa di wilayah ini untuk meningkatkan konsumsi buah-buahan yang kaya akan vitamin. Hal ini bertujuan untuk memperkuat daya tahan tubuh mereka di tengah kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah antara panas dan hujan. Vico menjelaskan pentingnya bagi seluruh unit pendidikan untuk memberikan edukasi kepada peserta didik mengenai pola makan yang sehat. Ia menegaskan agar siswa tidak sembarangan dalam memilih makanan, terutama ketika cuaca menunjukkan ketidakpastian seperti saat ini. “Kami mendorong siswa untuk lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan dan makanan bergizi, serta menghindari makanan ringan yang tidak jelas asal-usulnya agar mereka tetap dalam kondisi kesehatan yang baik,” ungkapnya. Kondisi cuaca yang sering berubah dapat menjadi pemicu berbagai penyakit, terutama di kalangan anak-anak. Oleh karena itu, peran orang tua sangat krusial dalam menjaga kesehatan anak-anak mereka. Vico menekankan agar orang tua selalu memperhatikan pola makan dan kondisi kesehatan anak, mengingat cuaca di Palangka Raya dapat berkontribusi pada penurunan kondisi fisik jika tidak ditangani dengan baik. Lebih lanjut, Vico menegaskan bahwa kesehatan peserta didik adalah tanggung jawab bersama. Kerja sama antara sekolah, orang tua, dan berbagai pihak terkait lainnya sangat dibutuhkan dalam menjaga kesehatan anak-anak. Edukasi tentang gaya hidup sehat sangat penting untuk ditingkatkan, sehingga siswa dapat belajar dengan optimal tanpa terganggu oleh masalah kesehatan. Proses belajar mengajar di sekolah pun sangat bergantung pada kesehatan siswa. “Kegiatan pengawasan kesehatan dan pola makan di sekolah perlu menjadi prioritas, terutama di tengah situasi cuaca yang tak menentu, agar proses pendidikan di Palangka Raya dapat berjalan lancar,” jelasnya. Di akhir pembicaraannya, Vico menyampaikan harapannya agar kekhawatiran terkait kesehatan peserta didik tidak terjadi. “Semoga semua yang kami khawatirkan tidak terwujud. Jika kesehatan mereka terpengaruh, mereka akan tertinggal dalam pelajaran yang seharusnya bisa mereka peroleh setiap hari dari para guru,” tuturnya. ANTARA