JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Irjen Pol. Andry Wibowo, menekankan pentingnya pengisian Direktorat Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPO) dengan personel polwan yang memiliki kompetensi tinggi. Dalam sarasehan yang diadakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Ke-76 Polwan Polri di Jakarta, Andry Wibowo menyampaikan bahwa untuk menciptakan polwan yang berkelas dunia, diperlukan pembangunan kapasitas personel yang berkelanjutan. “Membangun kapasitas untuk mencapai *world class women police* merupakan langkah yang harus diambil, sama halnya dengan membangun *world class police* dari perspektif kepolisian,” tuturnya. Ia juga menjelaskan kemungkinan untuk mendirikan sebuah akademi khusus bagi polwan, terpisah dari akademi kepolisian yang ada saat ini. Dalam akademi tersebut, diharapkan akan diajarkan mata kuliah yang relevan dan disiapkan tenaga pengajar yang profesional. Pengajaran ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang tata cara penanganan korban dalam lingkup Direktorat PPA dan PPO. Andry berharap akademi ini dapat berkembang menjadi sekolah polwan yang unggul, yang pada gilirannya dapat menjadi yang pertama di Asia, bahkan di dunia. “Hal ini dapat dilanjutkan dalam sebuah naskah akademik untuk mengembangkan sekolah polwan yang ada menjadi akademi kepolisian polwan,” ungkapnya. Dalam kesempatan yang sama, Andry mengapresiasi pembentukan Direktorat PPA dan PPO sebagai langkah maju yang diambil oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, pembentukan direktorat ini mencerminkan komitmen Polri dalam merespons dan mitigasi kasus perdagangan manusia. “Sistem yang ada harus dilanjutkan. Kebijakan ini perlu dikembangkan lebih lanjut ke depannya,” tambahnya. Pada peringatan HUT Ke-76 Polwan tahun ini, tema yang diusung adalah *Penguatan Polwan Presisi pada Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang, yang Akan Menanggulangi Kekerasan Berbasis Gender yang Inklusif.* Tema ini diangkat sebagai bentuk dukungan dari Kapolri terhadap pembentukan Direktorat Tindak Pidana PPA dan PPO yang saat ini dipimpin oleh Brigjen Pol. Desy Andriani. Ketua Panitia Sarasehan Kombes Pol. Rita Wulandari Wibowo menyatakan bahwa peringatan HUT Ke-76 Polwan adalah momen yang tepat untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak, terutama dalam konteks kekerasan berbasis gender. “Acara ini merupakan momentum penting bagi polwan untuk memperkuat peran, dedikasi, pengabdian, serta komitmennya. Ini harus dilakukan bersama seluruh *stakeholder* dan masyarakat untuk mewujudkan perlindungan bagi kalangan rentan,” ucapnya. ANTARA