**Borneonews - Mamuju**, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Sulawesi Barat, melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH), tengah menangani dampak dari fenomena *El Nino* yang mempengaruhi pertanian padi di Desa Rambu Saratu, Kabupaten Mamasa.
Kepala UPTD BPTPH, Hasdiq Ramadhan, menyatakan bahwa upaya penanganan perubahan iklim ini dilakukan dengan memberikan bantuan berupa mesin pompa air kepada kelompok tani di Desa Rambu Saratu, yang terletak di Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa.
"Pemberian mesin pompa ini merupakan langkah konkret setelah hasil pengamatan yang dilakukan oleh Petugas Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Mamasa, bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Desa Rambu Saratu," ungkap Hasdiq Ramadhan.
Bantuan mesin pompa yang diberikan bersifat pinjam pakai, dengan ketentuan pengembalian setelah panen selesai. Hal ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan kekeringan yang saat ini dialami oleh para petani.
"Kondisi pertanaman di lapangan mengalami kekeringan dengan tingkat keparahan sedang hingga tinggi. Beberapa tanaman sudah mulai menunjukkan gejala kekeringan, sehingga penanganan segera diperlukan untuk menghindari risiko gagal panen," jelas Hasdiq.
Saldo upaya ini juga diungkapkan oleh Penanggung Jawab Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP), Minake Arwan, yang menambahkan bahwa saluran irigasi yang dimiliki oleh kelompok tani mengalami kerusakan. Hal tersebut membuat para petani harus bergantung pada aliran sungai yang berjarak sekitar sepuluh meter untuk memperoleh air.
"Dua bulan terakhir, Kabupaten Mamasa mengalami kemarau panjang yang mempengaruhi sekira lima hektare pertanaman padi dengan varietas Mekongga dan Inpari 32, yang diperkirakan telah berumur antara 50 hingga 70 Hari Setelah Tanam (HST) dan berhasil terkena dampak kekeringan," kata Arwan.
Arwan juga menyampaikan rasa syukur dari para petani atas bantuan mesin pompa dari pemerintah. Bantuan ini diharapkan dapat membantu para petani yang sebelumnya terkendala dalam melakukan pemupukan susulan akibat kondisi tanah yang kering.
Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Sulawesi Barat, Syamsul Marif, menjelaskan harapannya terhadap bantuan pompanisasi yang diberikan. "Semoga dengan adanya bantuan ini, para petani dapat segera melaksanakan pemupukan, sehingga kondisi tanaman dapat kembali pulih dan normal," sambungnya.
Tidak hanya di Mamasa, Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Barat juga melakukan penanganan dampak *El Nino* pada tanaman padi milik tiga kelompok tani yang ada di Kabupaten Polewali Mandar. Luas area pertanaman padi yang terkena kekeringan di wilayah tersebut mencapai sekitar delapan hektare, di mana 3,5 hektare di antaranya telah mengalami kerusakan hingga tahap puso.
Varietas tanaman yang terpantau terdampak di antaranya adalah Inpari-32, Mekongga, Arumba, dan Inpari IR Nutr-zinc untuk jenis beras merah. Penanganan dampak *El Nino* juga dilakukan melalui pengadaan mesin pompa air yang dapat digunakan secara pinjam pakai, dengan pengembalian setelah masa panen.
ANTARA
Penanganan Dampak El Nino pada Pertanian Padi di Sulbar
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kholidin/Noviera Raih Perak para Panahan Asian Para Games 2026
Petani Tradisional Dituding Sebabkan Karhutla, Akademisi Ilmu Pertanian Angkat Suara
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Komentar (0)
Memuat komentar…







