JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mengingatkan agar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta menjaga etika dan tidak melakukan serangan pribadi dalam debat perdana yang akan berlangsung di JI-EXPO Kemayoran, Jakarta, pada hari Minggu, 6 Oktober. Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta, Benny Sabdo, menegaskan harapannya agar debat tersebut menjadi wadah yang konstruktif bagi para kandidat untuk mengemukakan visi dan misi mereka. "Kami ingin debat ini menjadi forum terbuka untuk menyampaikan argumen dan ide-ide, bukan menjadi debat kusir yang diwarnai dengan serangan pribadi," ujarnya. Lebih lanjut, Benny menjelaskan bahwa berdasarkan etika debat, serangan personal terhadap lawan tidak diperkenankan. Dia mengajak para kandidat untuk hadir dengan pendekatan yang lebih produktif, sehingga masyarakat dapat menilai dengan jelas siapa yang layak memimpin Jakarta. "Kami ingin masyarakat memiliki cukup referensi untuk memilih calon pemimpin yang sesuai pada pemungutan suara yang dijadwalkan pada 27 November 2024," tambahnya. Untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran selama debat, Bawaslu DKI Jakarta akan langsung mengawasi jalannya acara. Benny mengungkapkan, "Sebagai pengawas pemilu, kami berkewajiban memantau semua tahapan pemilihan, termasuk debat ini." Ia juga meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta untuk memberi kesempatan kepada Bawaslu untuk melakukan pengawasan secara langsung pada debat tersebut. KPU DKI Jakarta telah menetapkan tema debat pertama ini, yaitu transformasi Jakarta menjadi kota global. Debat akan diselenggarakan di Jakarta International Expo (JIExpo) pada pukul 19.00 WIB dengan tema *"Penguatan SDM dan Transformasi Jakarta menjadi Kota Global."* Durasi acara direncanakan berlangsung sekitar 150 menit, dengan sesi debat utama berlangsung selama 120 menit dan 30 menit untuk jeda iklan. Pada hari Minggu, 22 September lalu, KPU DKI Jakarta mengumumkan tiga pasangan calon yang akan berkompetisi dalam Pilkada DKI Jakarta. Ketiga pasangan tersebut adalah Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) dengan nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dari jalur independen dengan nomor urut 2, serta Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel) dengan nomor urut 3. Dengan demikian, para calon diharapkan dapat memberikan penjelasan yang komprehensif dan menginspirasi masyarakat dalam memilih pemimpin di masa mendatang. ANTARA