**Borneonews - Medan**, Sumatera Utara menargetkan untuk meraih satu medali emas dari cabang olahraga panahan pada gelaran Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII yang akan berlangsung di Solo, Jawa Tengah, pada tahun 2024.
Pelatih para panahan dari Sumut, Budiono, mengungkapkan bahwa pada edisi Peparnas kali ini, persaingan akan sangat ketat. Terutama, tantangan besar akan datang dari para atlet yang sedang menjalani pelatihan nasional dan baru saja tampil di *Paralimpiade* 2024 di Paris. Meskipun demikian, Budiono tetap optimis karena ia melihat peluang yang cukup menjanjikan untuk memperoleh medali.
"Kami memiliki potensi besar di nomor Standar Nasional. Terlebih lagi, di kategori tersebut persaingannya relatif seimbang karena tidak ada atlet elit yang terlibat. Kami berharap dapat merebut setidaknya satu medali emas," ujarnya.
Mengacu pada pengalaman pada Peparnas 2021 yang diadakan di Papua, cabang panahan Sumut berhasil meraih medali perunggu di nomor *compound* melalui pasangan ganda putra, Guntur dan Rajali. "Untuk sektor ganda putra, Guntur dan Jali menjadi andalan di nomor *compound*. Namun, kami tidak menutup kemungkinan atlet lain untuk bersinar. Para atlet elit bertanding di kategori recurve terbuka dan *compound*, sedangkan di kategori Standar semua atlet yang bertanding adalah non-elit," tambahnya.
Budiono juga menekankan bahwa saat ini performa atlet-atlet dari Sumut menunjukkan kemajuan yang signifikan. Hal ini terlihat dari kemampuan mereka bersaing di berbagai kompetisi di tingkat daerah, bahkan melawan atlet non-difabel. "Kami juga mengikutsertakan mereka dalam kejuaraan daerah dengan atlet non-disabilitas, dan mereka mampu bersaing dengan baik. Karena itu, saya sangat optimis pada kemampuan mereka untuk mencapai prestasi di Peparnas tahun ini," ungkap Budiono.
Rajali, salah satu pemanah putra Sumut, juga menyampaikan rasa optimisnya. Ia menegaskan bahwa latihan intensif dan disiplin yang diterapkannya selama pelatihan daerah diharapkan tidak akan sia-sia saat Peparnas mendatang. "Kami semua memiliki tekad untuk meraih emas, itu adalah harga mati. Namun yang terpenting adalah tetap fokus dan kerja keras. Kami paham bahwa akan ada banyak lawan, tetapi sebenarnya musuh terberat adalah diri sendiri," jelasnya.
Senada dengan Rajali, Hariski Kurniawan Siregar, seorang atlet dari Kabupaten Deli Serdang, juga menegaskan kesiapan untuk meraih medali emas pada Peparnas debutnya. "Kami tidak ingin pulang dengan tangan kosong ke Medan. Segala pengorbanan ini harus terbayar di sini. Mohon doakan kami," katanya menutup.
Pada Peparnas 2024 mendatang, para panahan Sumut akan diperkuat oleh enam atlet, antara lain Guntur, Rajali, Ahmad Maradona, Asmen TM Sihotang, Hariski Kurniawan Siregar, dan Eriadi.
ANTARA
Sumut Targetkan Medali Emas di Peparnas 2024 melalui Panahan
Bagikan:

MEDAN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







