PALEMBANG –
**Borneonews - Baturaja**, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang terletak di Sumatera Selatan, saat ini melaksanakan upaya pelacakan untuk kasus Tuberkulosis (TBC) sebagai langkah penting dalam mengendalikan penyebaran penyakit tersebut. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes OKU, Andi Prapto, menjelaskan bahwa pelacakan kasus TBC ini merupakan bagian dari Program Eliminasi TBC yang direncanakan untuk tahun 2024. Dalam rangka mencapai target yang telah ditetapkan, pihaknya menargetkan untuk menemukan sebanyak 1.972 kasus TBC guna ditindaklanjuti dan disembuhkan. Hingga saat ini, telah terdeteksi 741 kasus TBC di wilayah Kabupaten OKU. Untuk memenuhi target pelacakan, Dinkes OKU menerapkan inisiatif bernama Temukan Tuberkulosis dan Obati Sampai Sembuh (TOSS), yang ditujukan bagi individu-individu yang berisiko tinggi terinfeksi TBC. Selain itu, mereka juga memberikan pengobatan yang dikenal sebagai *Tuberkulosis Preventive Treatment* (TPT) kepada masyarakat yang telah terinfeksi oleh kuman *mycobacterium tuberculosis*. Dinkes OKU tidak hanya bergerak sendiri, tetapi juga menjalin kerja sama lintas program untuk mempermudah penjaringan calon penderita TBC di fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di daerah tersebut. Selain itu, tenaga kesehatan yang bertugas di semua puskesmas di Kabupaten OKU juga melakukan screening di lokasi-lokasi yang dicurigai memiliki risiko tinggi penularan TBC. Masyarakat juga diingatkan untuk aktif dalam pencegahan penyebaran TBC dengan cara mencuci tangan secara teratur, menghindari kontak langsung dengan penderita TBC, menggunakan masker saat berinteraksi, serta memastikan ventilasi yang baik dalam ruangan. Dengan melaksanakan berbagai langkah tersebut, pihak Dinkes OKU berharap agar daerahnya dapat terbebas dari penyebaran penyakit TBC secara signifikan dan memberikan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat. ANTARA