BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Bandarlampung**, Penjabat Gubernur Lampung, Samsudin, menegaskan bahwa konsumsi asupan gizi seimbang merupakan langkah strategis dalam upaya pencegahan stunting pada anak. Menurutnya, makanan yang bernutrisi memainkan peran penting dalam mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan. Samsudin menjelaskan, pentingnya memberikan asupan gizi yang adekuat bagi anak dimulai sejak masa kehamilan. Intervensi awal ini memerlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk menjamin tumbuh kembang anak yang sehat. "Dengan memperbaiki pola makan dan gizi sejak dini, kita dapat memastikan anak-anak tumbuh dengan sehat, tinggi, dan memiliki tubuh yang proporsional," ujarnya saat memberikan keterangan di Bandarlampung. Dia juga menyoroti bahwa salah satu indikator adanya stunting adalah ketidaksesuaian tinggi badan anak dengan usianya. Oleh karena itu, penimbangan dan pengukuran tinggi badan sebaiknya dilakukan secara rutin, terutama di Posyandu. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi masalah sejak dini dan memberikan intervensi yang tepat. Samsudin menekankan bahwa stunting harus menjadi fokus serius karena dampaknya terhadap masa depan anak. Masalah tersebut berkait erat dengan kualitas kesehatan, pendidikan, dan produktivitas generasi yang akan datang. "Pemerintah daerah akan segera meluncurkan program makan bersama yang menyajikan makanan bergizi, terutama untuk ibu hamil dan menyusui. Inisiatif ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi makanan sehat sebagai langkah pencegahan stunting," tambahnya. Dia juga menginformasikan bahwa program makan bersama ini akan dilaksanakan secara serentak di 15 kabupaten dan kota. "Selain itu, penguatan fungsi dan peran Posyandu sebagai garda terdepan dalam penanggulangan stunting juga sangat diperlukan," jelasnya. Samsudin berpendapat bahwa dengan memperkuat peran Posyandu, pelaksanaan program akan menjadi lebih efektif dan membawa dampak positif yang berkelanjutan. "Kita harus berupaya untuk terus meningkatkan aktivitas Posyandu agar program pencegahan stunting dapat berjalan dengan optimal. Ini bukanlah usaha yang bersifat jangka pendek, tetapi harus berlangsung kontinu selama lima hingga sepuluh tahun ke depan untuk mempersiapkan generasi yang sehat menuju Indonesia Emas 2045," tutupnya. ANTARA