MANADO –
**Borneonews - Manado**, Kementerian Agama (Kemenag) terus berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan zona integritas di Kabupaten Minahasa Tenggara, yang berada di Provinsi Sulawesi Utara. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan *Wilayah Bebas dari Korupsi* (WBK) dan *Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani* (WBBM). Kepala Kantor Kemenag Minahasa Tenggara, Thaib Mokobombang, menyatakan bahwa pihaknya berupaya membangun zona integritas dengan keterlibatan aktif dalam peningkatan kinerja serta penyediaan layanan publik yang lebih baik. Pernyataan ini disampaikan dalam kegiatan rapat koordinasi yang membahas hasil evaluasi pembangunan zona integritas di Ratahan. Dalam rapat tersebut, Thaib Mokobombang mengingatkan pentingnya melanjutkan upaya untuk mengumpulkan umpan balik dari hasil evaluasi yang telah dilakukan. Ia menekankan bahwa hasil evaluasi menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan, terutama dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana untuk meningkatkan transparansi dan komunikasi dengan masyarakat. Lebih lanjut, Thaib menambahkan bahwa evaluasi yang dilakukan pada 23 September 2024 memberikan penilaian positif mengenai penggunaan media sosial. Namun, ia juga mencatat bahwa masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas layanan dan integritas dalam birokrasi. "Fokus kami hari ini adalah menyusun strategi agar langkah-langkah konkret dapat diambil untuk mencapai target WBK dan WBBM dalam waktu dekat," ungkapnya. Thaib menjelaskan bahwa media sosial memiliki peran ganda, yaitu sebagai alat komunikasi sekaligus sarana untuk mengawasi kinerja publik. Ia meyakinkan bahwa Kemenag Minahasa Tenggara bertekad untuk memperbaiki interaksi dan transparansi melalui platform digital sehingga masyarakat dapat lebih aktif berpartisipasi dalam pengawasan terhadap kinerja pemerintah. "Kami berencana untuk meningkatkan pengelolaan media sosial dan memperkuat transparansi informasi. Dengan langkah ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengakses informasi, memantau kinerja kami, dan memberikan umpan balik langsung," tambahnya. Rapat koordinasi ini juga merumuskan beberapa rencana tindak lanjut, seperti peningkatan layanan publik di seluruh unit kerja, penguatan integritas birokrasi, serta peningkatan kerjasama dengan masyarakat untuk mendorong pengawasan yang partisipatif. Melalui rapat ini, diharapkan semangat seluruh jajaran Kemenag Minahasa Tenggara akan terpicu untuk terus berinovasi dalam mencapai WBK dan WBBM. Dengan fokus pada transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, Kemenag Mitra optimis dapat memenuhi target yang telah ditetapkan. "Dalam mencapai zona integritas, kita perlu bergerak bersama, baik dari tingkat pimpinan hingga staf. Hasil evaluasi yang positif menjadi pondasi untuk terus memperbaiki diri dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tandas Thaib. Rapat koordinasi ini juga bertujuan untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis yang perlu diambil berdasarkan rekomendasi dari evaluasi yang dilakukan oleh Tim Pendampingan dari Biro Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI. ANTARA