BANJARMASIN –
**Borneonews - Banjarmasin**, Pemerintah Kota Banjarmasin, yang terletak di Kalimantan Selatan, berhasil meraih penghargaan Kalsel Innovation Award (KIA) 2024. Penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas inovasi yang dilakukan dalam penanganan kawasan kumuh, melalui peluncuran website bernama *Dikayuh Baimbai*. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Banjarmasin, Taufik Rivani, menyampaikan informasi ini di Banjarbaru pada hari Kamis. Ia menjelaskan bahwa website *Dikayuh Baimbai* yang dirancang untuk menampilkan informasi terkait kawasan kumuh di Banjarmasin, berhasil mendapatkan peringkat kedua terbaik di Kalimantan Selatan. Taufik juga menekankan bahwa inovasi ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Hal ini karena inisiatif tersebut mendukung pelayanan publik yang inklusif, sekaligus mengoptimalkan penanganan kawasan kumuh. Selain itu, inovasi ini juga berperan dalam memajukan kebijakan berbasis data untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Ia merasakan rasa syukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Menurutnya, penghargaan ini membuktikan adanya peningkatan prestasi dalam pelayanan publik yang diberikan oleh Pemkot Banjarmasin. Taufik menekankan pentingnya kinerja yang efektif dari berbagai program yang terkait dengan visi dan misi pimpinan daerah serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). "Kami tidak akan berhenti di sini. Kami berkomitmen untuk terus berupaya meraih pencapaian yang lebih baik, baik di tingkat regional maupun nasional. Komitmen kami adalah terus menggali inovasi yang berfokus pada pengembangan dan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya. Sementara itu, Agus Herry, Kepala Bidang Kawasan Pemukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Banjarmasin, menambahkan bahwa inovasi *DiKayuh Baimbai* dapat mempercepat proses pelayanan. Ia menjelaskan, proses verifikasi usulan masyarakat untuk penanganan umum yang sebelumnya memakan waktu 150 hari bisa dipersingkat menjadi 75 hari berkat adanya inovasi ini. Agus menegaskan bahwa inovasi ini dikembangkan oleh timnya tanpa memerlukan biaya tambahan dan tanpa bekerja sama dengan pihak ketiga. Ia juga menyampaikan harapannya untuk mengembangkan lebih banyak inovasi di bidang perumahan dan kawasan pemukiman di masa mendatang. ANTARA