**Borneonews - Jakarta**, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan bahwa saat ini sedang berlangsung pembicaraan dengan perusahaan teknologi raksasa, Google, terkait potensi investasi dalam bentuk pusat data di tanah air. Diskusi ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang yang ada guna meningkatkan infrastruktur digital Indonesia.
"Diskusi ini sedang kami lakukan, mungkin akan ada investasi pusat data di masa depan. Kita tunggu hasilnya nanti," ungkap Budi dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta pada hari Kamis lalu.
Walaupun tidak memberikan informasi tambahan secara mendetail, Budi menekankan pentingnya keterlibatan perusahaan teknologi dalam mendukung transformasi digital di Indonesia. Dia berharap agar berbagai perusahaan yang beroperasi di sektor teknologi dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memajukan ekosistem digital nasional.
Selain infrastruktur digital, Indonesia juga berupaya mendorong investasi di bidang pengembangan talenta digital. Budi menilai bahwa pengembangan sumber daya manusia handal dalam bidang digital sangat krusial, karena mereka akan memainkan peran sentral dalam mengelola dan memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun.
"Di dalam perkembangan transformasi digital, Indonesia harus menjadi pemain yang signifikan, baik dari sisi pengetahuan maupun akses terhadap kemajuan teknologi. Jadi, bentuk investasi ini bisa beragam. Salah satu yang sangat penting saat ini adalah penguatan talenta digital," tambahnya.
Mengacu pada rencana investasi Google dalam sektor teknologi, perusahaan tersebut baru-baru ini mengumumkan investasi senilai 1 miliar dolar AS (sekitar Rp15,2 triliun) di Thailand untuk pembangunan infrastruktur digital. Proyek tersebut akan berlokasi di Bangkok dan kawasan industri Chonburi, serta bertujuan untuk memenuhi permintaan komputasi awan (*cloud*) yang semakin meningkat di wilayah Asia Tenggara.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, pada hari Rabu, Google juga mengumumkan komitmennya untuk meningkatkan literasi *artificial intelligence* (AI) di Asia Tenggara. Google memberikan pendanaan sebesar 5 juta dolar AS (Rp76,1 miliar) kepada Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang akan disalurkan untuk membantu lebih dari 5,5 juta anak muda, pendidik, dan orang tua di sepuluh negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
"Melalui pendekatan kombinasi pelatihan daring dan tatap muka, inisiatif ini berfokus pada pengembangan keterampilan literasi AI yang sangat dibutuhkan untuk bersaing di era digital," ujar Ruth Porat, President and Chief Investment Officer untuk Alphabet dan Google, dalam pernyataannya di acara *AI Opportunity Southeast Asia Forum* yang berlangsung di Sekretariat ASEAN, Jakarta.
ANTARA
Potensi Investasi Google dalam Pusat Data dan Talenta Digital di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Truk Mogok Dihantam Truk Dump di Trans Kalimantan Km 6 Kapuas Timur
BPOM Terbitkan Izin Edar Bagi 43 Obat TB Selama 2024-2026
BPOM: Inovasi Kesehatan Jawab Tantangan Penyakit Langka Global
Bapenda Barito Timur Perluas Edukasi Pajak, Empat Kecamatan Sudah Disambangi
Mengubur Luka dengan Emas di Nagoya
Balai TNTP Apresiasi Dukungan 6.000 Liter BBM dari CBI Group untuk Tangani Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







