JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Puteri Indonesia DKI Jakarta 3 tahun 2023, Karisha Alifputri, mengungkapkan bahwa media sosial *TikTok* memiliki peranan yang signifikan dalam menarik perhatian generasi muda untuk berkunjung ke perpustakaan. Menurutnya, platform ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang hiburan, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi dan mendorong literasi di kalangan anak muda. Karisha menjelaskan, penyebaran informasi serta advokasi tentang literasi dapat dilakukan melalui berbagai saluran media sosial, termasuk Facebook, YouTube, Instagram, dan tentu saja, *TikTok*. Dalam pernyataannya saat menjadi pembicara di Forum Komunikasi Tenaga Layanan Perpustakaan tahun 2024 yang berlangsung secara hibrida, ia menjelaskan bahwa potensi *TikTok* sangat besar untuk mengajak lebih banyak orang muda mengunjungi perpustakaan. Ia menyoroti bahwa saat ini, jumlah pengguna media sosial di Indonesia hampir mencapai 180 juta orang. Oleh karena itu, ada kebutuhan yang mendesak untuk meningkatkan akses internet hingga ke wilayah terjauh di tanah air. Dengan demikian, penyebaran virus literasi melalui platform media sosial dapat menjangkau lebih banyak kalangan muda. "Bisa kita bayangkan jika infrastruktur internet dapat menjangkau setiap penjuru negeri. Maka, jumlah pengguna *TikTok* tentu akan terus meningkat, sehingga potensi untuk menyebarluaskan informasi yang berkualitas juga akan semakin besar," tuturnya. Di sisi lain, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Mariana Ginting, menekankan pentingnya inovasi dan penguatan kolaborasi dalam perpustakaan. Menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat, perpustakaan dituntut untuk terus beradaptasi. Mariana menyatakan bahwa forum komunikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi di antara tenaga layanan perpustakaan, sehingga dapat memberikan layanan yang lebih relevan serta berkualitas kepada masyarakat. Forum Komunikasi Tenaga Layanan Perpustakaan sendiri diadakan pada 2 hingga 4 Oktober 2024, melibatkan sekitar 100 peserta yang berasal dari 33 instansi yang tersebar dari Sumatera hingga Papua. Peserta acara ini terdiri dari pustakawan, tenaga layanan perpustakaan, aktivis literasi, serta para praktisi yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan perpustakaan dan literasi di Indonesia. ANTARA