JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) berkomitmen untuk mendukung pengembangan industri nasional melalui penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai 35 persen dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan. Komitmen ini merupakan upaya KPI dalam menciptakan sinergi positf bagi industri lokal. Corporate Secretary KPI, Hermansyah Y Nasroen, dalam keterangannya di Jakarta menyatakan bahwa proyek RDMP Balikpapan tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas kilang, tetapi juga berperan penting dalam memberdayakan industri dalam negeri. Produk-produk lokal yang digunakan dalam proyek ini mencakup bahan-bahan seperti pipa dan aksesoris *welding* carbon steel, pompa, kabel, *transformator*, serta *manual valve*. Untuk memastikan pengadaan barang dan jasa yang berbasis pada produk dalam negeri, KPI telah menetapkan pedoman internal yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2018. Hermansyah menegaskan bahwa tata kelola ini mencerminkan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah. Proyek RDMP Balikpapan sendiri merupakan inisiatif strategis yang sangat kompleks dan memiliki nilai investasi mencapai 7,4 miliar dolar AS, menjadikannya proyek terbesar yang dikelola oleh Pertamina saat ini. Hermansyah menambahkan bahwa penggunaan produk lokal dalam proyek ini diharapkan dapat memberikan efek pengganda bagi industri domestik, serta mendorong peningkatan teknologi dalam proses pengolahan di kilang. Salah satu tujuan utama dari RDMP Balikpapan adalah untuk meningkatkan kompleksitas fasilitas kilang, yang dapat tercapai melalui penambahan teknologi canggih dalam pengolahan dan pemrosesan. KPI berkomitmen untuk memprioritaskan penggunaan produk buatan dalam negeri, yang diyakini akan memberikan dampak positif langsung bagi industri lokal. Mirip dengan proyek lainnya dalam industri minyak dan gas, RDMP Balikpapan juga memerlukan material serta peralatan berteknologi tinggi. Namun, KPI tetap menempatkan produk domestik sebagai prioritas utama, selama produk tersebut memenuhi standar kualitas yang setara atau lebih baik dengan harga yang kompetitif. KPI berperan sebagai anak perusahaan Pertamina yang fokus pada bidang pengolahan minyak dan petrokimia dengan selalu berpegang pada prinsip-prinsip *Environmental, Social, and Governance* (ESG). Selain itu, KPI juga terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen untuk menerapkan 10 prinsip universal yang menjadi bagian dari strategi operasionalnya. KPI bertekad untuk menjalankan usahanya secara profesional demi merealisasikan visinya menjadi perusahaan kilang minyak dan petrokimia yang berkelas dunia, berwawasan lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, serta memiliki tata kelola perusahaan yang baik. ANTARA