JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan kecepatan internet seluler di Indonesia hingga mencapai 100 Mbps. Target ini dicanangkan akan terealisasi dalam kurun waktu 4 hingga 5 tahun ke depan di bawah pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Budi menjelaskan bahwa peningkatan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas konektivitas digital merupakan suatu kewajiban. Saat ini, kemajuan teknologi sangat bergantung pada seberapa baik konektivitas yang tersedia. Ia juga mencatat adanya peningkatan signifikan dalam kecepatan internet selama masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Dari tahun 2014 hingga 2024, kecepatan internet di Indonesia mengalami kenaikan yang mencapai sepuluh kali lipat. Pada tahun 2015, kecepatan internet tercatat sebesar 2,5 Mbps, sedangkan pada tahun 2024 diharapkan sudah mencapai 25 Mbps. Namun, dibandingkan dengan negara lain, khususnya China yang saat ini memiliki kecepatan 160 Mbps, Indonesia masih ketinggalan jauh. Oleh karena itu, Budi menargetkan peningkatan kecepatan internet di Indonesia menjadi 100 Mbps dalam lima tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, dalam masa transisi kepemimpinannya, Budi Arie berusaha aktif dalam berkomunikasi dengan pelaku industri telekomunikasi. Tujuannya adalah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital demi pemerataan dan peningkatan kualitas konektivitas di seluruh Indonesia. Salah satu langkah yang diambil oleh Kementerian Kominfo adalah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. Mereka berupaya menurunkan biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang membebani para pelaku industri telekomunikasi. Budi menjelaskan bahwa meskipun kewenangan mengenai PNBP berada di Kemenkeu, mereka optimis untuk menemukan solusi yang menjaga keseimbangan atau *equilibrium* dalam iklim investasi di sektor infrastruktur digital. Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan iklim investasi dapat lebih menarik, yang pada gilirannya akan mendukung pengembangan dasar-dasar konektivitas yang lebih baik di Indonesia. ANTARA