BANDA ACEH –
**Borneonews - Banda Aceh**, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman, menekankan bahwa transformasi digital adalah langkah krusial untuk menjaga warisan budaya bangsa. Menurutnya, kolaborasi antara berbagai lembaga sangat diharapkan untuk melestarikan manuskrip keagamaan yang ada di Nusantara melalui inisiatif digitalisasi. Dalam pidato yang dibacakan oleh Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Syarifuddin, dalam acara sosialisasi Sistem Integrasi Digitalisasi Manuskrip Agama dan Keagamaan Nusantara (SIJawarba), ia menjelaskan bahwa dengan adanya transformasi digital, akses terhadap manuskrip tidak lagi terbatas pada fisik, melainkan dapat dijangkau lebih luas oleh masyarakat berkat kemajuan teknologi. Dari pihak Kementerian Agama Republik Indonesia, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi, Prof. Moh Isom, menambahkan bahwa digitalisasi tidak hanya menjamin keamanan fisik manuskrip, tetapi juga memperluas aksesibilitas bagi masyarakat secara keseluruhan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi domestik dan internasional sebagai kunci untuk mempercepat proses ini. Harapannya adalah dengan adanya dukungan dari pemerintah beserta sinergi dengan berbagai pihak, proyek pelestarian manuskrip bisa terlaksana dengan lebih efektif dan berkelanjutan. Prof. Isom juga menyatakan bahwa program SIJawarba dapat menjadi salah satu solusi utama untuk memastikan manuskrip keagamaan Nusantara tetap dapat diakses oleh publik dan peneliti di masa depan. Acara yang diselenggarakan oleh Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Kementerian Agama RI ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten dalam bidangnya, termasuk Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Prof. Eka Srimulyani, serta ahli naskah kuno Aceh, Hermansyah, dan Dr. Fakhriati dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). ANTARA