JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menjalin kerja sama dengan sektor swasta untuk melakukan penelitian mengenai pemanfaatan tanaman sorgum sebagai alternatif sumber pangan. Kepala Pusat Riset Teknologi Tepat Guna (PRTTG) BRIN Kawasan Sains Subang, Achmat Sarifudin, mengungkapkan bahwa sorgum merupakan sumber kaya karbohidrat, protein, serat, serta zat besi, magnesium, dan vitamin B. Sorgum memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi tanah dan terkenal tahan terhadap kekeringan. Achmat menambahkan, "Sorgum memiliki serat yang baik untuk mendukung kesehatan pencernaan, mencegah sembelit, serta berkontribusi pada kesehatan mikrobiota usus. Di samping itu, sorgum berpotensi menjadi pengganti nasi yang berkualitas, berkat kandungan protein dan seratnya yang tinggi," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta. Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam riset Teknologi Tepat Guna (TTG) yang mencakup aspek mulai dari benih, cara tanam, hingga proses pascatanam. PT Dahana, sebagai mitra dari pihak swasta, akan menyediakan lahan untuk pengembangan tanaman sorgum oleh masyarakat setempat. Achmat menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini dapat membantu dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Selain itu, kerjasama ini diharapkan juga dapat menyediakan pangan alternatif yang lebih bergizi dan berkualitas. "Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dengan menawarkan pangan yang memiliki gizi dan nutrisi yang baik," tambahnya. Selanjutnya, diketahui bahwa Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (BBPPMD-PDTT) Jakarta mengemukakan bahwa sorgum dapat berperan sebagai solusi dalam menurunkan angka stunting mengingat kaya akan kandungan gizinya. "Manfaat sorgum cukup banyak, salah satunya untuk program penurunan stunting, yang didorong oleh kandungan gizinya yang tinggi," jelas Riska Yolanda, seorang Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda dari BBPPMD-PDTT Jakarta. Riska menjelaskan lebih rinci bahwa dalam setiap 100 gram sorgum terkandung sekitar 322 kalori, 11 gram protein, 3,3 gram lemak, 73 gram karbohidrat, serat sebanyak 2,3 persen, kalsium 28 miligram, 287 miligram fosfor, dan 4,4 miligram zat besi. Sebagai perbandingan, beras pada takaran yang sama mempunyai kandungan kalori sekitar 360 kalori, 7 gram protein, 6,7 gram lemak, 79 gram karbohidrat, 1 persen serat, 6 miligram kalsium, 147 miligram fosfor, dan 0,8 miligram zat besi. "Dari perbandingan ini, sorgum dapat dijadikan sebagai alternatif dalam program penurunan stunting," imbuh Riska. ANTARA