BANDUNG –
**Borneonews - Bandung**, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berambisi untuk menambah catatan prestasi dengan menyandingkan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) yang baru saja diraih di Aceh-Sumut dengan gelar juara umum di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII yang akan dihelat di Kota Solo pada tanggal 6 sampai 13 Oktober 2024. Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, menekankan bahwa keberhasilan dalam menyandingkan gelar juara di kedua event tersebut akan menciptakan sejarah baru bagi Indonesia. Meskipun demikian, dia mengingatkan para atlet Peparnas untuk tetap memusatkan perhatian pada setiap pertandingan dan tidak terbebani oleh harapan yang terlalu jauh. "Target kita adalah meraih juara umum. Memang fokus utama adalah menjadi yang terbaik, namun yang lebih penting adalah tetap berkonsentrasi pada setiap pertandingan tanpa memikirkan beban yang terlalu berat," ujar Bey saat memberikan keterangan di Bandung. Dia menyatakan keyakinannya bahwa dengan keseriusan, disiplin, dan kerja keras dalam mengikuti pertandingan, prestasi yang diinginkan dapat diraih. "Saya melihat adanya optimisme yang besar di kalangan atlet untuk meraih juara. Yang terpenting adalah semangat dan keseriusan dalam berkompetisi, sehingga prestasi yang diharapkan bisa tercapai," tambahnya. Peparnas XVII di Solo akan menampilkan 20 cabang olahraga, di mana Jawa Barat berencana untuk berpartisipasi dalam 16 cabang. Dalam cabang atletik, Jawa Barat akan mengirimkan 74 atlet, yang diikuti dengan jumlah atlet di cabang lain seperti anggar (7), angkat berat (19), bulutangkis (25), balap sepeda (9), bowling (19), catur (24), goalball (11), judo (28), menembak (13), panahan (16), renang (37), taekwondo (10), tenis (7), tenis meja (37), dan voli duduk dengan sembilan atlet. Jika pada PON semangat yang diusung adalah "Jabar Hattrick Juara", maka pada Peparnas XVII/2024 di Solo, semangat yang dipegang adalah "Jabar Kahiji". Panitia penyelenggara telah menyiapkan 17 venue yang tersebar di Kota Solo serta Kabupaten Sukoharjo, Boyolali, dan Karanganyar. Awalnya, Peparnas XVII/2024 direncanakan akan digelar di Sumatera Utara. Namun, karena berbagai pertimbangan, keputusannya dipindahkan ke Kota Solo. Diharapkan bahwa pemindahan lokasi tersebut tidak akan menjadi kendala bagi atlet dari Jawa Barat. Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Barat, Hary Susanto, menyatakan bahwa para atlet Peparnas telah melakukan persiapan dengan sangat baik. "Jawa Barat telah melakukan persiapan yang matang untuk Peparnas XVII di Solo melalui proses yang sistematis, termasuk kegiatan Peparda yang dilaksanakan di Kabupaten Bekasi pada tahun 2022," ungkap Hary. Total, Jawa Barat mengirimkan 347 atlet pilihan, ditambah 74 pelatih, 47 asisten pelatih, 16 ofisial, 16 manajer, serta tim kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, psikolog, ahli gizi, dan terapis. Prestasi terbaru Jawa Barat sebagai juara umum PON XXI/2024 Aceh-Sumut menandakan keberhasilan yang telah dicapai untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Dengan keberhasilan menyandingkan gelar juara umum di PON dan Peparnas, Jawa Barat menunjukkan bahwa prestasi olahraga tidak hanya mencakup atlet dengan kemampuan biasa, melainkan juga atlet dengan disabilitas. ANTARA