JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita, memberikan penghargaan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas penganugerahan Mujahidah Diplomacy Awards kepada Retno LP Marsudi. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan Retno sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia selama sepuluh tahun terakhir. Astrid menekankan bahwa Retno telah memimpin upaya diplomasi Indonesia dengan semangat dan keteguhan, sehingga mampu memperjuangkan suara bangsa ini di arena internasional. Berbagai isu global, termasuk dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina, menjadi sorotan utama dalam diplomasi yang dilakukan oleh Retno. Melalui penghargaan ini, Astrid berharap dapat memberikan dorongan kepada generasi muda Indonesia untuk berperan aktif dalam diplomasi global serta memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran MUI, termasuk Ketua Umum K.H. Anwar Iskandar, Sekretaris Jenderal Dr. H. Amirsyah Tambunan, serta para pengurus lainnya, yang telah menyukseskan pelaksanaan MUI Mujahid Peace and Mujahidah Diplomacy Awards. Salah satu pencapaian penting Retno adalah kemampuannya menyuarakan hak-hak Palestina di Mahkamah Internasional (*International Court of Justice* - ICJ). Langkah ini menunjukkan komitmen tegas Indonesia terhadap isu keadilan dan hak asasi manusia. "Dari keberhasilan ini, kita dapat melihat ketegasan Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak Palestina di berbagai forum internasional, termasuk dalam *United Nations* (PBB) dan *Organisation of Islamic Cooperation* (OIC)," imbuh Astrid. Dalam forum baru-baru ini, dalam Sidang Umum PBB ke-79, Retno Marsudi turut menekankan urgensi pengakuan negara Palestina oleh anggotanya sebagai salah satu jalan menuju perdamaian dunia. Retno juga menekankan perlunya *United Nations Security Council* (Dewan Keamanan PBB) untuk mengambil langkah nyata terhadap pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh Israel, serta menyerukan supaya kepemimpinan global bersifat inklusif dan kolaboratif. Sebagai Menteri Luar Negeri, Retno juga telah menginisiasi sejumlah resolusi penting di PBB yang mendukung hak-hak rakyat Palestina. Salah satu pencapaian terbaru adalah resolusi bersejarah yang disetujui oleh Sidang Umum PBB pada 18 September 2024, yang menuntut agar Israel menghentikan pendudukannya atas wilayah Palestina serta menjamin kompensasi bagi warga Palestina yang terdampak. "Resolusi ini didukung oleh 124 negara anggota PBB, yang kembali menegaskan komitmen global terhadap keadilan bagi rakyat Palestina," jelas Astrid. Astrid menyoroti bahwa aktivitas Retno Marsudi tidak hanya terbatas pada diplomasi formal. Cara Retno mengedepankan nilai-nilai Islam yang moderat dan humanis dalam menjalankan fungsi diplomatiknya menegaskan dedikasinya untuk menempatkan keadilan dan perdamaian sebagai prioritas. Meski menjalani jadwal yang sangat padat, Retno tetap hadir dalam acara MUI dan menyambut tamu dengan semangat yang sama, bahkan setelah baru tiba dari New York. "Konsistensi ini menunjukkan komitmennya yang tak kenal lelah sebagai seorang diplomat ulung. Ini adalah contoh nyata bagi generasi mendatang," tutup Astrid. ANTARA