JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional telah mengidentifikasi beberapa sektor industri sebagai fokus dalam rencana aksi ekonomi sirkular. Sektor-sektor tersebut mencakup makanan dan minuman, elektronik, tekstil, material konstruksi, serta plastik. Deputi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional di bidang ekonomi, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa penerapan *green economy* dan ekonomi sirkular akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan Indonesia, termasuk dalam proses industrialisasi. Menurutnya, pemilihan lima sektor prioritas tersebut bertujuan untuk mendorong penerapan ekonomi sirkular di tanah air. Penerapan ekonomi sirkular difokuskan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku yang berasal dari sumber daya alam. Selain itu, rencana ini bertujuan untuk mendukung upaya pengurangan limbah di Indonesia melalui kebijakan 9R, yang mencakup menolak (refuse), berpikir ulang (rethink), mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), memperbaiki (repair), memperbarui (refurbish), memproduksi ulang (remanufacture), mengubah fungsi (repurpose), mendaur ulang (recycle), dan memulihkan (recover). Dalam konteks sektor tekstil, Widyasanti menjelaskan bahwa strategi yang akan diterapkan dalam tindakan ekonomi sirkular terdiri dari pengembangan infrastruktur dan penguatan ekosistem ekonomi sirkular tekstil nasional. Selain itu, ada fokus untuk mengurangi sampah tekstil dan meningkatkan efisiensi sumber daya dalam proses produksi tekstil. Widyasanti menekankan pentingnya terciptanya ekosistem industri sirkular untuk mendorong penerapan ekonomi sirkular di sektor tekstil. Dia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengimplementasikan ekonomi sirkular ini, sehingga kolaborasi dengan kementerian/lembaga dan sektor swasta menjadi sangat diperlukan. "Warga negara yang siap membantu perlu dilibatkan; rencana pemerintah sudah ada, tetapi untuk mencapai hasil yang konkret tentu kolaborasi semua pihak sangat diperlukan," tuturnya. ANTARA