SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menggarisbawahi betapa signifikan pendekatan berbasis keluarga dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Pendekatan ini mencakup berbagai kegiatan yang bersifat preventif, promotif, dan kuratif. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan bahwa keluarga merupakan fokus utama dalam strategi kesehatan masyarakat. Hal ini disampaikan dalam forum monitoring dan evaluasi intervensi lanjut dari Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) tingkat provinsi, yang berlangsung di Balikpapan. Jaya menjelaskan bahwa PIS-PK merupakan salah satu program unggulan yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat dalam upaya peningkatan kesehatan. Pertemuan tersebut mengundang partisipasi sebanyak 48 perwakilan dari dinas kesehatan kabupaten/kota serta puskesmas yang ada di Kalimantan Timur. Selain itu, ada juga 12 peserta yang berasal dari tingkat provinsi dan lokal. Partisipasi yang luas ini menjadi indikator penting dalam melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam program kesehatan. Jaya menekankan bahwa kerja sama antar sektor sangat diperlukan untuk mengoptimalkan kesehatan masyarakat. Kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab dari sektor kesehatan semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk meningkatkan sinergi guna mewujudkan masyarakat Kalimantan Timur yang sehat. Ketua pelaksana kegiatan, Ronny Setiawati, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kaltim, menjelaskan tujuan dari monev ini. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan efektivitas dari program PIS-PK dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat. Melalui proses monitoring dan evaluasi ini, diharapkan bahwa semua intervensi yang dilakukan berjalan sesuai dengan sasaran yang telah ditentukan. Ronny juga menambahkan, hasil dari pertemuan monev ini akan menjadi indikator langsung mengenai sejauh mana pelaksanaan intervensi PIS-PK dapat dicapai. Indikator tersebut meliputi berbagai aspek kesehatan keluarga yang menjadi target dari intervensi, dan hasil tersebut akan dijadikan dasar untuk evaluasi lebih lanjut mengenai efektivitas program serta penentuan langkah-langkah yang diperlukan untuk perbaikan. ANTARA