BANDUNG –
**Borneonews - Bandung**, Calon Gubernur Jawa Barat, Jeje Wiradinata, menanggapi tuduhan terkait pembagian uang saat kampanye di Serangpanjang, Subang, pada Jumat, 29 September 2024. Ia dengan tegas membantah bahwa dirinya terlibat dalam pelanggaran ketentuan Pemilihan Kepala Daerah dengan cara membagikan uang tunai kepada hadirnya masyarakat dalam acara tersebut. Dalam penjelasannya, Jeje menyatakan bahwa pihak yang melakukan pembagian uang adalah salah satu rekannya, sementara ia hanya kebetulan hadir di lokasi. "Saya tidak melakukan saweran. Yang membagikan uang itu adalah teman saya, Kang Kosim. Kebetulan saja saya berada di sana," ujar Jeje ketika ditemui di kawasan Campaka, Andir, Kota Bandung. Ia menambahkan bahwa penggambaran dalam rekaman video yang menjadi viral seolah-olah dirinya yang melakukan saweran tersebut. Menurut Jeje, saat itu ia naik *sisingaan* dan sedang membersihkan uang yang terjatuh di sekitarnya. "Dalam video itu terlihat seolah-olah saya yang membagi-bagikan uang. Sebenarnya, saya tidak melakukan hal itu; uang itu jatuh ke pangkuan saya dan saya hanya membersihkannya," jelasnya. Lebih lanjut, Jeje mengungkapkan bahwa sebelum insiden pembagian uang terjadi, ia sempat mengingatkan para rekannya untuk tidak melakukan tindakan seperti itu. Namun, temannya menganggap praktik tersebut merupakan bagian dari kultur yang telah menjadi kebiasaan. "Kami sudah mengingatkan. Namun, menurutnya, ini adalah kultur, bagian dari kebudayaan yang sudah biasa dilakukan," lanjut Jeje. Mengenai kemungkinan pemanggilan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memberikan keterangan terkait kejadian ini, Jeje menyatakan kesiapan untuk dipanggil dan menjelaskan situasi yang sebenarnya. Ia merasa tidak melakukan pelanggaran dalam kampanye tersebut. "Tentu saya harus siap jika dipanggil. Namun sampai saat ini, sudah lebih dari seminggu, dan ada batasan waktu terkait hal ini," tuturnya. Sebelumnya, video yang beredar luas menunjukkan momen di mana Jeje diduga membagikan uang kepada masyarakat di Serangpanjang, saat acara kampanye untuk calon gubernur nomor urut dua tersebut. Dalam video tersebut, terlihat ratusan warga berebut uang kertas yang dilemparkan oleh sekelompok orang dari atas *sisingaan* saat acara di Desa Cipancar, Kecamatan Serangpanjang. ANTARA