JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Calon Gubernur DKI Jakarta Nomor urut 2, Dharma Pongrekun, menyampaikan pendapat bahwa peningkatan jumlah *closed-circuit television* (CCTV) di berbagai sudut kota bukanlah solusi efektif untuk mencegah tindak tawuran yang marak terjadi. Menurutnya, masalah utama yang menyebabkan tindakan tersebut adalah kurangnya adab di kalangan generasi muda. Dharma menegaskan bahwa jika perilaku dan adab para remaja diperbaiki, maka tawuran akan bisa diminimalisir. "Masalah utama adalah adab, jika adab mereka baik, tidak akan ada tawuran," ujarnya. Ia menyoroti bahwa upaya untuk menangani tawuran yang seringkali melibatkan pelajar dari sekolah yang berbeda maupun antarwilayah, masih berfokus pada penyelesaian di hilir. Sementara itu, perbaikan yang seharusnya dilakukan pada akar permasalahan atau hulu, masih jauh dari kata memuaskan. "Fokus kita saat ini adalah masalah di hilir, sementara perbaikan di hulu belum ada yang ditempuh," jelasnya. Menurut Dharma, tindakan yang paling mendasar dan konkret adalah meningkatkan peran orang tua dalam mendidik dan bertanggung jawab terhadap perilaku anak-anak mereka. "Segalanya harus dimulai dari rumah agar anak-anak di Jakarta dapat memiliki adab yang baik. Saat ini, pelajaran budi pekerti sudah jarang diajarkan di sekolah, sehingga pendidikan lebih terfokus pada aspek kognitif dan fisik ketimbang jiwa," tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya perbaikan aspek ekonomi untuk remaja. Menyediakan pekerjaan bagi anak muda yang saat ini menganggur adalah langkah yang dianggapnya dapat membantu mengurangi tawuran. "Apabila mereka semua bekerja, maka mereka akan lebih sibuk dan tidak punya waktu untuk terlibat aksi tawuran," imbuh Dharma. Dalam pandangannya, tindakan represif seperti penangkapan atau penahanan terhadap pelaku tawuran tidaklah tepat. Ia berpendapat bahwa anak-anak tersebut merupakan korban dari kebijakan yang tidak beradab dan telah terpinggirkan, sehingga terlibat dalam tindakan kekerasan. "Mereka adalah manusia yang berusaha mempertahankan hidup. Tanpa adab, mereka tidak menyadari bahwa yang mereka serang adalah ciptaan Tuhan," ungkapnya. Dharma berkomitmen untuk mengubah situasi ini dengan memberikan pendidikan mengenai adab kepada anak-anak di Jakarta, agar mereka dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. "Kami ingin Jakarta menjadi kota global, namun semua itu tidak akan terwujud jika generasi muda tidak memiliki adab yang baik," tutupnya. Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun kota seperti New York memiliki banyak fasilitas canggih, tetap saja masih ada aksi kejahatan, yang menurutnya disebabkan oleh kurangnya adab. "Bahkan di kota yang modern sekalipun, tanpa adab yang baik kejahatan tetap bisa terjadi," paparnya. Dalam konteks Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta sebelumnya telah menetapkan tiga pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan bersaing dalam Pilkada yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 27 November 2024. Pasangan calon tersebut adalah Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) sebagai nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dari jalur independen sebagai nomor urut 2, serta Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel) sebagai nomor urut 3. ANTARA