KENDARI –
**Borneonews - Kolaka Utara**, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) telah meluncurkan inisiatif baru berupa penanaman delapan jenis sayuran di lahan kosong yang terletak di kompleks perkantoran setempat. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan yang tidak terpakai dan sekaligus mendorong kemandirian pangan dalam masyarakat. Pj Bupati Kolut, Yusmin, dalam penjelasannya menyampaikan bahwa tujuan utama dari program ini adalah untuk mendukung pelaksanaan program makan siang bergizi gratis yang ditujukan untuk anak-anak di daerah tersebut. Dengan menanam beragam sayuran, diharapkan kebutuhan gizi masyarakat, terutama bagi generasi muda, dapat terpenuhi dengan lebih baik. “Melalui penanaman variasi sayuran ini, kami berharap dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama untuk anak-anak yang menjadi fokus dalam program makan siang bergizi,” ungkap Yusmin. Ia juga menekankan pentingnya program ini untuk berlanjut demi memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga di Bumi Patawonua. “Kami akan terus memantau dan mengevaluasi perkembangan tanaman yang ditanam,” tambahnya. Lebih jauh, Yusmin menjelaskan bahwa pihak pemerintah akan menyelenggarakan pelatihan pertanian bagi masyarakat, yang akan dibimbing oleh penyuluh, untuk memaksimalkan penggunaan lahan tidur di desa-desa. Diharapkan melalui pelatihan ini, hasil panen dari masyarakat dapat meningkat. Inisiatif penanaman ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menangani masalah stunting yang masih menjadi perhatian serius di Kolaka Utara. Penyediaan sayuran bergizi secara lokal diharapkan dapat meningkatkan kualitas asupan gizi bagi anak-anak. “Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi sayuran dalam pola makan sehari-hari,” tambah Yusmin. Dia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program ini, baik sebagai petani maupun sebagai konsumen. Dengan keikutsertaan masyarakat, diharapkan program ini dapat berjalan sukses dan membawa manfaat yang optimal bagi semua. “Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat tanaman yang ditanam agar hasilnya dapat dinikmati oleh semua,” tandasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolut, Nusbah Nuhung, menyampaikan rincian mengenai delapan jenis sayuran yang ditanam, termasuk jagung manis, sawi, kangkung, bayam, kacang panjang, tomat, cabai, dan terong. Total luas lahan yang digunakan beserta jumlah bibit yang ditanam mencakup sawi di lahan 0,25 hektare dengan 10 bungkus bibit, cabai rawit seluas 1 hektare yang ditanami 3.000 batang, kangkung seluas 0,20 hektare dengan 25 bungkus bibit, dan lainnya. “Program ini tidak hanya akan menghasilkan sayuran segar untuk konsumsi masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani setempat,” ujar Nusbah. Dengan langkah ini, diharapkan program ketahanan pangan daerah dapat lebih terwujud dan mendukung kesejahteraan masyarakat. ANTARA