**Borneonews - Paser**, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur baru-baru ini melaksanakan program edukasi kepada para petani di Kabupaten Paser. Fokus dari kegiatan ini adalah pengembangan kawasan perkebunan yang mengusung konsep berbasis korporasi.
Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ence Achmad Rafiddin Rizal, pada kesempatan yang berlangsung di Kuaro, menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan pertanian berbasis korporasi merupakan suatu pendekatan yang mengintegrasikan pembangunan sentra produksi pertanian. Pendekatan ini tidak hanya mempertimbangkan skala ekonomi, tetapi juga menggandeng berbagai aspek penting seperti potensi sumber daya alam, kondisi sosial budaya, faktor produksi, serta keberadaan infrastruktur yang mendukung.
Rizal menegaskan, tujuan utama dari inisiatif ini adalah untuk memperkuat kelembagaan petani di daerah, khususnya melalui pengembangan kawasan perkebunan kelapa sawit yang terorganisasi dalam bentuk korporasi. Dalam hal ini, para petani diharapkan dapat membentuk lembaga usaha bersama. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan peluang pendapatan yang lebih besar dan berkelanjutan bagi mereka.
Lebih lanjut, Rizal menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan para petani sangatlah penting untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada di subsektor perkebunan. Dua tantangan utama yang patut dicermati adalah perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas yang dapat mempengaruhi kesejahteraan petani. "Perubahan iklim memberikan dampak langsung terhadap produktivitas serta stabilitas harga. Hal ini, pada gilirannya, juga akan memengaruhi kesejahteraan petani," ujarnya di hadapan sejumlah petani di Desa Padang Jaya, Kecamatan Kuaro.
Rizal juga menggarisbawahi perlunya menerapkan praktik pertanian berkelanjutan, yang berfokus pada penggunaan metode organik, pengelolaan sumber daya air secara efisien, serta menjamin transparansi dalam rantai pasokan. Saat ini, Kabupaten Paser memiliki luas lahan perkebunan kelapa sawit yang mencapai 206.014 hektare. Namun, sayangnya, produktivitas petani masih tergolong rendah.
Dengan program edukasi ini, diharapkan lembaga petani akan semakin kuat dan mampu bersaing di pasar, terutama di Kecamatan Kuaro dan Long Ikis. Sosialisasi ini diharapkan juga menjadi langkah awal menuju pembentukan lembaga usaha berbasis korporasi yang profesional dan terintegrasi untuk memastikan keberlanjutan sektor perkebunan di kawasan tersebut.
ANTARA
Edukasi Perkebunan Berbasis Korporasi untuk Petani Paser
Bagikan:

SAMARINDA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Berbalik Arah Tanpa Isyarat, Yamaha NMAX Bertabrakan dengan Honda Scoopy di Jalan Pemuda Kuala Kapuas
DPRD Palangka Raya ini Minta Pemkot Libatkan Ahli Gambut demi Tangani Karhutla
Bupati Seruyan Tinjau Cek Kesehatan Gratis di Tumbang Manjul
CFO PT CBUT Tbk? Ronny Hertantyo Raharjo Meninggal Dunia, Karyawan Merasa Kehilangan
Kadis Perpustakaan Dorong Lahirnya Penulis Muda dan Pemikir Kritis di Palangka Raya
SMAN 1 Hanau Terima Tambahan Tiga TV Interaktif
Komentar (0)
Memuat komentar…







