BANDA ACEH –
**Borneonews - Lhokseumawe**, Pemerintah Kota Lhokseumawe, yang terletak di Provinsi Aceh, mengambil langkah strategis untuk menghadapi potensi lonjakan harga bahan pangan selama bulan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satu program yang diluncurkan adalah pasar murah, yang bertujuan untuk meredam inflasi yang mungkin terjadi. Pj Wali Kota Lhokseumawe, A. Hanan, menjelaskan bahwa pasar murah ini adalah bagian dari upaya untuk mengendalikan inflasi melalui penyediaan pangan dengan harga terjangkau. Kegiatan ini dilaksanakan di berbagai kecamatan, salah satunya di Desa Alue Awe, Kecamatan Muara Dua. Dalam pemantauannya di lokasi tersebut, Hanan menjelaskan bahwa kolaborasi antara Bulog dan pemerintah daerah memainkan peran penting dalam pelaksanaan pasar murah ini, yang dilengkapi dengan subsidi yang dapat mencapai Rp50 ribu per komoditas. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Hanan menambahkan bahwa pasar murah akan dilaksanakan secara rutin di setiap kecamatan untuk memberikan keringanan ekonomi bagi warga. Dalam pasar murah ini, berbagai jenis komoditas penting ditawarkan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga pasar umum. Beberapa di antaranya adalah beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur. Sebagai contoh, pihak penyelenggara menyediakan 5 ton beras, 1,8 ton gula, 1.500 liter minyak goreng, dan 505 papan telur ayam, masing-masing berisi 30 butir. Adapun perbandingan harga, beras seberat 10 kilogram yang dijual seharga Rp205 ribu di pasar biasa, ditawarkan hanya dengan harga Rp91 ribu dalam pasar murah. Gula pasir seberat 2 kilogram yang biasanya dijual seharga Rp36 ribu akan ditekan menjadi Rp26 ribu. Minyak goreng dengan ukuran 2 liter juga mengalami penurunan harga dari Rp80 ribu menjadi Rp30 ribu, dan satu papan telur ayam ras yang dijual di pasar seharga Rp50 ribu kini hanya Rp40 ribu di pasar murah. Lebih lanjut, dalam pasar murah ini, penyelenggara juga memberikan tawaran menarik berupa paket hemat yang mencakup 10 kilogram beras, 2 kilogram gula pasir, 2 liter minyak goreng, serta satu papan telur ayam. Paket tersebut memungkinkan masyarakat untuk berhemat lebih dari Rp40 ribu. Dengan selisih harga yang signifikan ini, Hanan berharap pasar murah dapat berkontribusi dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus menjadi salah satu cara efektif untuk mengendalikan inflasi harga bahan pokok. **"Pasar murah ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi dan memastikan kebutuhan pangan tetap terjangkau,"** tutupnya. ANTARA