SEMARANG –
**Borneonews - Kabupaten Batang**, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) yang terletak di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, telah berhasil menarik investasi dengan total mencapai Rp16 triliun hingga saat ini. Angka ini meningkat dari Rp14 triliun yang diumumkan saat peresmian oleh Presiden, berkat masuknya investor baru, termasuk SEG Solar dari Amerika Serikat. Direktur Utama KITB, Ngurah Wirawan, mengungkapkan informasi ini setelah acara peresmian Pabrik Wavin yang baru saja dibangun di Grand Batang City, dengan nilai investasi mencapai Rp825 miliar. Selain Wavin, KITB juga menyambut investasi dari KCC Glass, perusahaan asal Korea Selatan yang sepenuhnya merupakan Penanaman Modal Asing (PMA). Ngurah menyatakan optimis bahwa semakin banyak investor PMA yang berpartisipasi akan menciptakan daya tarik bagi calon investor lainnya untuk turut berinvestasi di kawasan ini. Ia mengungkap harapannya, “Jika perusahaan dari Korea dan Belanda saja mau berinvestasi di KITB, mengapa yang lain tidak?” Pabrik Wavin, yang beroperasi di bidang produksi perpipaan dan menjadi salah satu unit bisnis dari Orbia, baru saja dibuka dan menjadi fasilitas terbesar di kawasan Asia. Dalam acara tersebut, Chief Executive Officer (CEO) Orbia, Sameer S. Bharadwaj, menekankan bahwa investasi di Indonesia, khususnya di KITB, merupakan langkah strategis yang penting bagi perusahaan. Dia mencatat bahwa kehadiran pabrik ini akan menghadirkan solusi inovatif untuk pengelolaan air, yang sangat dibutuhkan di pasar. Wavin juga memperkenalkan produk baru eksklusif mereka, Wavin PVC+, yang memberikan solusi drainase air limbah yang mudah dipasang dan handal. Fasilitas Wavin dibangun di lahan seluas 20 hektare dengan teknologi manufaktur yang mutakhir. Presiden Orbia Building and Infrastructure, Freek Crum, menegaskan bahwa pembangunan pabrik di KITB adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik. Ia menambahkan bahwa fasilitas baru ini tidak hanya akan menciptakan banyak lapangan kerja tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi di sekitar Batang. Johannes Drees, Director Indonesia/SEA+S&T Orbia, mengungkapkan bahwa hasil produksi dari pabrik tersebut akan diekspor ke berbagai negara, terutama di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Vietnam, serta Australia. Ia juga menginformasikan bahwa tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Wavin saat ini telah melampaui 90 persen, dan perusahaan akan terus berupaya meningkatkan angka tersebut. ANTARA